Peneliti dari Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menyatakan, kunjungan tersebut menunjukkan Indonesia kini lebih aktif dan dihormati dalam pergaulan dunia. "Di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terlihat jauh lebih aktif berkiprah di panggung internasional sehingga kian disegani," kata Bawono dalam siaran persnya, Sabtu, 24 Januari 2026.
Menurutnya, diplomasi yang dilakukan bukan sekadar protokoler, tetapi membawa agenda konkret di berbagai bidang strategis, termasuk pendidikan dan penguatan SDM. Selain menghasilkan komitmen investasi senilai 4 miliar pound sterling (sekitar Rp 90 triliun) untuk sektor maritim yang menciptakan ratusan ribu lapangan kerja, kunjungan ini juga membuka babak baru kolaborasi akademik Indonesia-Inggris.
Presiden Prabowo secara khusus berdialog dengan para akademisi dari universitas-universitas terkemuka Inggris untuk menjajaki peluang kerja sama pendidikan, yang meliputi pendirian kampus baru di Indonesia, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penelitian bersama.
Kementerian Sekretariat Kabinet menyoroti bahwa keberhasilan kunjungan ini tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi meluas ke penguatan kapasitas SDM melalui pendidikan tinggi. Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan link and match antara dunia akademik dan industri.
"Ada beberapa pertemuan yang sangat bermanfaat bagi negara kita, termasuk dalam penguatan kerja sama pendidikan," jelas Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, di Istana Kepresidenan Jakarta.
Berbagai pihak menilai, pencapaian diplomasi pendidikan ini mencerminkan strategi yang efektif dan visioner. Di tengah persaingan global, kolaborasi dengan institusi pendidikan kelas dunia akan mempercepat transfer ilmu, teknologi, dan inovasi ke Indonesia, sekaligus mempersiapkan SDM unggul yang berdaya saing internasional.
Dengan kombinasi peningkatan investasi, penguatan bilateral, dan dialog pendidikan strategis, kunjungan Presiden Prabowo tidak hanya memperkuat citra Indonesia, tetapi juga meletakkan fondasi kokoh bagi pembangunan SDM Indonesia yang lebih maju dan kompetitif di masa depan.
Hasil lain dari pertemuan kenegaraan tersebut adalah penguatan kerja sama strategis bilateral yang dibahas antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Dalam pertemuan di 10 Downing Street, kedua pemimpin membicarakan kemitraan di bidang pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, serta isu-isu global seperti perubahan iklim dan lingkungan.
Baca Juga :
Presiden Ajak Kampus Terkemuka di Inggris Bangun 10 Universitas Baru di IndonesiaCek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)





