Bisnis.com, JAKARTA — Harga rata-rata nasional aneka beras terpantau stabil pada Sabtu (24/1/2026). Namun, telur ayam ras masih melanjutkan tren kenaikan. Minyak goreng rakyat Minyakita di atas HET.
Berdasarkan Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pukul 12.05 WIB, harga rata-rata beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog tercatat sebesar Rp12.429 per kilogram di tingkat konsumen.
Angka ini masih berada dalam harga eceran tertinggi (HET) nasional beras SPHP yang ditetapkan di kisaran Rp12.500–Rp13.500 per kilogram.
Harga rata-rata beras medium nonSPHP di tingkat konsumen adalah Rp13.859 per kilogram. Adapun, harga rata-rata beras medium dipatok Rp13.375 per kilogram.
Untuk kategori beras khusus lokal, harga rata-rata nasional berada di level Rp15.441 per kilogram. Di sisi lain, harga beras premium tercatat sedikit lebih tinggi, yakni Rp15.531 per kilogram di tingkat konsumen.
Telur dan Minyakita Naik, Cabai Turun
Baca Juga
- Harga Pangan Kamis (22/1): Beras-Cabai Turun, Telur Naik Lagi
- Harga Pangan Rabu (21/1): Telur Ayam Konsisten Naik, Cabai Turun
- BPS Wanti-Wanti Lonjakan Harga Pangan Jelang Ramadan
Panel Harga Bapanas menunjukkan harga rata-rata telur ayam ras di tingkat konsumen masih merangkak 1,3% dari harga acuan penjualan (HAP) nasional Rp30.000 per kilogram menjadi Rp30.389 per kilogram. Sebaliknya, harga rata-rata daging ayam ras dibanderol turun 2,79% dari HAP nasional Rp40.000 per kilogram atau mencapai Rp38.886 per kilogram.
Harga pangan yang bersumber dari protein hewani lainnya, seperti daging sapi murni dibanderol Rp136.777 per kilogram secara rerata nasional. Harganya turun 2,3% dari HAP nasional Rp140.000 per kilogram. Untuk harga rata-rata daging kerbau segar lokal dan daging kerbau beku impor masing-masing adalah Rp139.796 per kilogram dan Rp109.937 per kilogram.
Beranjak ke komoditas perikanan, harga rata-rata ikan kembung dibanderol Rp44.463 per kilogram, ikan tongkol Rp36.421 per kilogram, dan ikan bandeng adalah Rp36.166 per kilogram di tingkat konsumen.
Harga aneka cabai menunjukkan pergerakan yang beragam. Secara nasional, cabai rawit merah dijual Rp50.542 per kilogram, masih dalam rentang HAP Rp40.000–Rp57.000 per kilogram.
Sementara itu, cabai merah keriting tercatat Rp35.481 per kilogram, lebih rendah dibandingkan HAP Rp37.000–Rp55.000 per kilogram. Sementara itu, cabai merah besar dipatok Rp35.690 per kilogram.
Lalu, harga minyak goreng kemasan berada di level Rp20.828 per liter, sedangkan minyak goreng curah dijual Rp17.530 per liter. Adapun Minyakita masih dijual di atas HET Rp15.700 per liter, dengan harga rata-rata nasional mencapai Rp17.551 per liter.
Harga rata-rata bawang merah di tingkat konsumen mencapai Rp40.270 per kilogram atau berada dalam rentang HAP nasional Rp36.500–Rp41.500 per kilogram. Serta, rata-rata bawang putih bonggol dibanderol Rp38.283 per kilogram dan masih dalam HAP nasional Rp38.000–Rp40.000 per kilogram.
Selanjutnya, harga gula konsumsi rata-rata mencapai Rp18.096 per kilogram dan garam konsumsi Rp11.497 per kilogram. Tepung terigu kemasan dipatok Rp12.870 per kilogram, sedangkan tepung terigu curah berada di level Rp9.596 per kilogram.
Terakhir, harga rata-rata jagung pakan peternak adalah Rp6.946 per kilogram atau melonjak 19,76% dari HAP nasional Rp5.800 per kilogram, sedangkan harga kedelai biji kering impor turun dari HAP nasional Rp12.000 per kilogram menjadi Rp10.907 per kilogram secara nasional.





