WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengerahkan armada kapal perangnya ke Timur Tengah.
Pengerahan itu diyakini untuk mengawasi Iran, mengingat Trump juga mengatakan akan memonitor negara para Mullah itu dari dekat.
Pengawasan AS atas Iran terkait demonstrasi besar di Iran yang rusuh, sehingga menurut para aktivis angka korban tewas mencapai 5.002 orang.
Baca Juga: Trump Remehkan Peran NATO dalam Perang Afghanistan, Inggris Murka: Penghinaan Terbesar
“Kami mengerahkan banyak kapal menuju arah tersebut (Timur Tengah), untuk jaga-jaga,” katanya di Air Force One, Jumat (23/1/2026), dikutip dari The Guardian.
“Saya lebih suka tak terjadi apa pun, tetapi kami mengawasi mereka dengan sangat cermat. Kami memiliki armada, yang menuju ke arah tersebut, dan mungkin kami tak perlu menggunakannya,” ucap Trump.
Kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perusak berpeluru kendali dijadwalkan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang.
Sistem pertahanan udara tambahan juga sedang dikerahkan, kemungkinan besar di sekitar pangkalan udara AS dan Israel.
Sementara itu, Inggris mengatakan akan mengirimkan jet Eurofighter Typhoon RAF dari Skuadron 12 ke Qatar, atas permintaan Doha.
Trump sendiri telah menarik diri dari rencana menyerang Iran, dua pekan lalu.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : The Guardian
- donald trump
- timur tengah
- iran
- mengawasi iran
- kapal perang

:strip_icc()/kly-media-production/medias/1778727/original/038740800_1511401819-20171122-PSG-Pesta-Gol-Ke-Gawang-Celtic-AP-6.jpg)

