EtIndonesia. Perang Rusia–Ukraina kembali memasuki fase eskalasi serius. Dalam dua hari terakhir, Ukraina melancarkan rangkaian serangan intensif dan terkoordinasi, tidak hanya di garis depan Ukraina timur, tetapi juga langsung menyasar infrastruktur strategis di wilayah Rusia. Serangan ini dinilai sebagai salah satu peningkatan tekanan militer terbesar sejak awal tahun 2026.
Ledakan Besar di Donetsk: Gudang Amunisi Rusia Dihantam
Pada malam 22 Januari 2026 waktu setempat, pasukan Ukraina melancarkan serangan besar di sekitar Donetsk, wilayah Ukraina timur yang saat ini diduduki Rusia. Target utama serangan diduga adalah sebuah gudang amunisi besar milik Rusia.
Rekaman video dari lokasi kejadian yang beredar luas menunjukkan langit malam berulang kali diterangi cahaya merah menyilaukan, disertai bola api raksasa dan ledakan beruntun yang berlangsung cukup lama. Intensitas dan durasi ledakan mengindikasikan bahwa fasilitas yang terkena serangan menyimpan persediaan amunisi dalam jumlah sangat besar.
Meski otoritas Rusia belum merilis laporan resmi mengenai tingkat kerusakan, sejumlah analis militer internasional menilai bahwa ini kemungkinan merupakan gudang amunisi besar kedua yang berhasil dihancurkan Ukraina hanya dalam kurun dua hari.
Debaltseve Dihantam Sehari Sebelumnya
Sehari sebelumnya, pada 21 Januari 2026, Ukraina telah lebih dulu melancarkan serangan presisi terhadap gudang amunisi Rusia di Debaltseve, menggunakan drone berpresisi tinggi.
Citra satelit terbaru yang dirilis setelah serangan menunjukkan kehancuran total fasilitas tersebut, dengan hampir tidak ada bangunan yang tersisa dalam kondisi utuh. Serangan ini memberikan pukulan langsung terhadap rantai logistik Rusia, khususnya dalam mendukung operasi ofensif di wilayah Donbas.
Para pengamat menilai bahwa kehancuran beruntun gudang amunisi ini berpotensi menghambat kemampuan Rusia mempertahankan intensitas serangan di Ukraina timur dalam jangka pendek.
Perang Menyentuh Wilayah Rusia: Pelabuhan Minyak Krasnodar Diserang
Konflik juga kembali meluas hingga ke wilayah dalam Rusia. Pada malam 21 Januari 2026, pelabuhan minyak di distrik Temryuk, wilayah Krasnodar, menjadi sasaran serangan kawanan drone.
Serangan tersebut memicu kebakaran besar di area pelabuhan, dengan setidaknya empat tangki minyak dilaporkan terbakar hebat. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa dua orang tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Pelabuhan minyak Temryuk merupakan infrastruktur energi penting dan bukan kali pertama menjadi target serangan Ukraina. Sejak tahun 2025, fasilitas ini telah beberapa kali diserang, menandakan pola serangan berulang terhadap sektor energi Rusia.
Analis militer menilai bahwa Ukraina kemungkinan akan terus meningkatkan serangan jarak jauh sepanjang 2026, dengan fokus utama pada infrastruktur energi, listrik, dan logistik strategis Rusia guna menekan kemampuan perang Moskow dari dalam negeri.
Situasi Garis Depan Memanas: Sistem Pertahanan Udara Rusia Dihancurkan
Di medan tempur, ketegangan juga meningkat tajam. Dalam satu malam, pasukan Ukraina dilaporkan berhasil menghancurkan dua sistem pertahanan udara Rusia, memperkuat indikasi bahwa Kyiv semakin efektif menembus pertahanan lawan.
Sementara itu, di wilayah Belgorod, Rusia menghadapi insiden internal serius. Sebuah bom udara Rusia meledak secara tidak sengaja, memaksa otoritas setempat melakukan evakuasi sekitar 1.700 warga sipil demi keselamatan.
Insiden ini kembali menyoroti tekanan logistik dan risiko operasional yang dihadapi Rusia seiring konflik yang berkepanjangan.
Ukraina Dorong Inovasi Militer Berbasis AI
Di sisi lain, Ukraina terus mempercepat pengembangan teknologi pertahanan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa Ukraina kini mengembangkan sistem pertahanan udara berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dalam pernyataannya, Zelenskyy menyebut bahwa Ukraina telah mencapai kapasitas produksi sekitar 1.000 drone pencegat per hari, sebuah angka yang mencerminkan lonjakan signifikan dalam kemampuan industri pertahanan domestik.
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang Ukraina untuk menghadapi serangan udara dan drone Rusia secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Pernyataan Politik: Optimisme Ukraina Jelang Musim Semi
Dari sisi politik, Keith Kellogg, mantan utusan khusus Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa jika Ukraina mampu bertahan hingga musim semi, maka inisiatif medan perang berpeluang beralih ke pihak Ukraina.
Sementara itu, pada 22 Januari 2026, Presiden Zelenskyy kembali menegaskan semangat persatuan nasional. Dia menyampaikan bahwa Ukraina telah bersatu selama 1.429 hari sejak invasi Rusia dimulai, dan akan terus mempertahankan persatuan tersebut.
“Kemuliaan bagi Ukraina. Kemenangan milik Ukraina,” tegas Zelenskyy dalam pernyataannya.
Konflik Memasuki Fase Baru
Secara keseluruhan, konflik Rusia–Ukraina kini memasuki fase yang semakin kompleks, meluas, dan berbahaya. Dengan serangan yang tidak lagi terbatas di garis depan, melainkan merambah jauh ke wilayah Rusia serta menyasar infrastruktur vital, perang ini menunjukkan tanda-tanda eskalasi strategis yang dapat berdampak luas, tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga stabilitas kawasan dan global.



