FAJAR, MAKASSAR — Usai resmi dilantik, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Makassar langsung tancap gas. Organisasi ini menggelar Rapat Kerja (Raker) sebagai langkah awal merumuskan program strategis masa khidmat 2025–2029.
Raker bertajuk Menguatkan Sinergi, Meningkatkan Peran Pesantren untuk Umat dan Bangsa tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung IMMIM Makassar, Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (24/1/2026).
Ketua FKPP Kota Makassar, Dr Hj Nurfajri Fadli Luran, M.Pd, mengatakan raker ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penegasan komitmen bersama untuk memajukan pesantren di Kota Makassar.
“Setelah pelantikan, kami langsung merumuskan arah dan program kerja. Raker ini menjadi kekuatan kolektif untuk membangun FKPP ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, FKPP merupakan wadah komunikasi dan koordinasi antarpondok pesantren se-Kota Makassar.
Tujuannya memperkuat relasi antarlembaga, meningkatkan mutu pendidikan pesantren, serta menyuarakan aspirasi pesantren secara bersama.
“Ke depan, tidak ada lagi dikotomi pesantren besar dan kecil. Kita bangun empati, berbagi, saling memberdayakan, dan menghidupkan satu sama lain,” jelasnya.
Nurfajri berharap raker ini melahirkan program konkret yang berdampak luas, tidak hanya bagi pesantren, tetapi juga pemerintah dan mitra strategis lainnya.
“Kami akan berkolaborasi dengan Kementerian Agama, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk mengelaborasi seluruh program,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Makassar, Ustaz Hasan Pinang, M.Phil, mengapresiasi langkah FKPP yang dinilainya sebagai tonggak penting penguatan kolaborasi pesantren.
“Ini bagian dari sejarah membangun peradaban besar pesantren ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan, program FKPP murni diarahkan pada penguatan sinergi pesantren, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, kurikulum, dan sumber daya manusia.
“Ini ikhtiar menghadirkan ekosistem pesantren yang unggul dan mandiri. Dibutuhkan konektivitas dan saling menopang antarpondok pesantren,” tambahnya.
Kementerian Agama, kata dia, berkomitmen untuk terus mengawal dan mendukung program-program FKPP.
“Kita saling bahu-membahu menjalankan program yang telah disepakati,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung sektor keagamaan, termasuk pesantren.
Ia memaparkan perluasan jaminan sosial bagi masyarakat, seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, serta penambahan jaminan hari tua bagi 41.000 warga pada 2026 yang dibiayai melalui APBD.
“Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberdayakan masyarakat, termasuk unsur keagamaan,” ujarnya.
Munafri juga menegaskan, Pemkot Makassar telah menetapkan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Pesantren sebagai komitmen memperkuat pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.
“Percuma anak-anak cerdas secara akademik tetapi tidak berakhlak. Pendidikan etika dan akhlak harus diperkuat sejak dini,” tegasnya saat pelantikan FKPP di Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Rabu (21/1/2026). (*)




