Farizon SV meramaikan segmen mobil listrik niaga yang menyasar kebutuhan transportasi modern di Indonesia. Van listrik ini hadir dengan pendekatan menyeluruh, mulai dari performa, efisiensi energi, hingga teknologi keselamatan.
Director PT Arista Auto Elektrindo, Christoforus Ronny Ng menegaskan bahwa kehadiran fitur keselamatan canggih sudah menjadi kebutuhan utama pasar otomotif Tanah Air. Farizon SV, menurutnya dirancang untuk menjawab standar tersebut.
“ADAS (Advanced Driving Assistant System) sudah menjadi kelayakan bagi Indonesia, karena hampir semua mobil brand baru yang keluar itu sudah punya pengaman aktif, dan Farizon SV ini dibekali 30 sistem ADAS level 2,” ujar Ronny saat peluncuran Farizon SV di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).
Dari sisi dimensi, Farizon SV tampil sebagai van listrik berukuran besar dengan panjang 5.995 mm, lebar 1.980 mm, dan tinggi 2.500 mm. Jarak sumbu roda 3.850 mm membuat kabin terasa lega sekaligus stabil untuk kebutuhan angkut penumpang maupun barang.
Ground clearance mencapai 150 mm membuat Farizon SV tetap aman digunakan di berbagai kondisi jalan, termasuk kawasan industri dan area perkotaan. Kabinnya mampu menampung hingga 16 penumpang termasuk pengemudi, sehingga fleksibel untuk berbagai kebutuhan usaha.
Struktur bodi Farizon SV menggunakan material berkekuatan tinggi lebih dari 70 persen dengan ketahanan tekanan hingga 45.000 Nm. Rangka tersebut juga dirancang untuk menopang kapasitas penarikan hingga 2.000 kg, mendukung karakter kendaraan niaga berat.
Masuk ke sektor performa, Farizon SV mengandalkan motor listrik permanent magnet synchronous motor dengan konfigurasi penggerak roda depan. Motor ini dirancang untuk menghadirkan keseimbangan antara tenaga besar dan efisiensi operasional.
“Kombinasi motor dan baterai ini memang dihitung untuk memberikan efisiensi terbaik. Untuk motor Farizon SV sendiri, tenaganya 170 kW dengan torsi 336 Nm,” jelas Ronny.
Ronny bilang tenaga tersebut setara sekitar 226 dk yang tergolong besar untuk kendaraan niaga listrik.
Energinya disuplai oleh baterai berkapasitas 82,88 kWh dengan sistem pendingin liquid heating. Dalam sekali pengisian penuh, Farizon SV diklaim mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer.
“Ini disiapkan untuk kebutuhan operasional harian yang panjang,” pungkasnya.
Dari sisi pengisian daya, Farizon SV sudah mendukung fast charging DC hingga 140 kW. Pengisian dari 20 hingga 80 persen tuntas dalam waktu sekitar 36 menit, sementara pengisian AC mendukung hingga 11 kW.
“DC charging-nya bisa sampai 140 kW, kalau AC bisa sampai 11 kW. Jadi fleksibel, mau dipakai di SPKLU atau charging di lokasi usaha,” ujarnya.
Kelengkapan fitur juga menjadi salah satu daya tarik Farizon SV, mulai dari kamera 360 derajat, rem parkir elektronik, auto hold, hingga panel kontrol ergonomis. Interiornya dirancang dengan pendekatan pengemudi-sentris untuk menunjang kenyamanan kerja.
Seluruh paket tersebut ditawarkan Farizon SV dengan harga Rp 698 juta on the road Jakarta. Dengan spesifikasi, fitur keselamatan, dan efisiensi yang diusung, Farizon SV diposisikan sebagai solusi mobil listrik niaga yang siap mendukung transformasi transportasi ramah lingkungan di Indonesia.





