Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Flores Timur atas wafatnya bidan muda berinisial YGL (29), korban kecelakaan lalu lintas yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan. Jenazah Bidan YGL disemayamkan di Delang, Desa Tiwatobi, Kecamatan Ile Mandiri, Jumat, 23 Januari 2026.
Isak tangis keluarga dan rekan sejawat dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Flores Timur pecah sejak penjemputan jenazah di Pelabuhan Larantuka. Ribuan bidan dari berbagai wilayah Flores Timur turut mengantar kepergian sosok yang dikenal berdedikasi tinggi dan dicintai masyarakat.
Ketua IBI Cabang Flores Timur, Johria Parmin mengatakan Bidan YGL dimakamkan pada pukul 15.00 WITA. Ia menyebut kepergian YGL menjadi kehilangan besar, khususnya bagi warga Desa Adabang, lokasi tempat almarhumah mengabdi.
"Kami menyaksikan sendiri kondisinya sangat parah, organ luar dan dalam rusak, panggul dan kaki patah tidak beraturan. Namun ia tetap tenang. Saat dirujuk menggunakan kapal dalam cuaca ekstrem, rekan kami mengalami pendarahan hebat berulang kali hingga menghembuskan napas terakhir sebelum kapal sandar," ujar Johria melalui sambungan telepon, Jumat malam, 23 Januari 2026.
Jenazah Bidan YGL sempat dibawa ke IGD RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang sekitar pukul 04.00 WITA untuk observasi sebelum akhirnya dipulangkan ke Flores Timur.
Johria mengungkapkan, YGL wafat dengan pengabdian yang sempurna. Meski memiliki peluang menyelamatkan diri, YGL memilih mengutamakan keselamatan pasien yang sedang ia dampingi.
"Saat mengantar ibu hamil untuk bersalin, sebenarnya ia bisa menyelamatkan dirinya. Namun ia memilih mendahulukan pasien. Kepergiannya menggambarkan perjuangan para bidan di pelosok nusantara yang bekerja dengan keterbatasan fasilitas, namun tetap berjuang menyelamatkan nyawa manusia," tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen yang secara langsung mendampingi proses sejak di Kupang hingga kembali ke Larantuka menggunakan KM Tidar, serta ikut melayat jenazah.
"Sepanjang sejarah, belum pernah kami memiliki bidan yang wafat dan dikunjungi langsung oleh bupati dan wakil bupati. Ini menjadi penghormatan luar biasa bagi kami," kata Johria.
Diketahui, Bidan YGL meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di tikungan Wera Gatek, Desa Watowara, Kecamatan Titehena, pada Minggu pagi, 18 Januari 2026. Kendaraan minibus yang ditumpanginya hilang kendali dan terguling keluar jalur.
Dalam peristiwa tersebut, YGL disebut "pasang badan" untuk melindungi ibu hamil yang menjadi pasiennya. Akibatnya, ia berulang kali terlindas kendaraan hingga mengalami luka fatal.
Atas pengabdian dan pengorbanannya, Bupati Flores Timur menganugerahkan gelar Pahlawan Kemanusiaan kepada Bidan YGL serta memberikan santunan uang tunai sebesar Rp100 juta kepada keluarga.
Suasana pemakaman semakin haru saat lagu Himne IBI dikumandangkan. Ribuan pelayat tak kuasa menahan tangis di bawah cuaca mendung yang mengiringi kepergian bidan muda yang gugur dalam pengabdian itu.
Editor: Redaktur TVRINews





