Jakarta: Strategi penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dengan promotif dan preventif yang sudah terangkum dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Upaya promotif yakni edukasi, menjaga pola hidup, mendidik diri sendiri agar hidup sehat. Sementara upaya preventif yakni imunisasi lengkap, dan melakukan cek kesehatan rutin.
"Dengan begitu masyarakat menjadi tahu apakah benar-benar hidup sehat. Kalau tidak sehat, kita mengubah gaya hidup, atau kita minum obat. Tujuannya untuk menjaga agar kita tetap sehat. Jangan sampai sakit, sehingga tidak perlu dirawat di rumah sakit," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikutip dari Media Indonesia, Sabtu, 24 Januari 2026.
Eks Wakil Menteri BUMN itu menyebut tujuan utama program CKG bukan mengejar masyarakat melakukan cek kesehatan rutin. Tetapi, untuk mengetahui tingkat kesehatan masyarakat.
Dengan begitu, kesehatan masyarakat bisa ditangani lebih cepat, meminimalisir tingkat keparahan, hingga menghemat biaya pengobatan.
Baca Juga :
Di World Ecomonic Forum, Presiden Sebut Cek Kesehatan Gratis Menghemat Miliaran Dolar"Program ini harus terus dilanjutkan untuk memastikan mimpi Presiden RI agar masyarakat kita tetap sehat, itu bisa tercapai. Tujuannya bukan cek kesehatannya atau skriningnya. Tujuannya kembali lagi, masyarakat kita harus sehat," ujar Budi.
Ilustrasi cek kesehatan gratis (CKG). Foto: Istimewa.
Pada 2026, Kemenkes menargetkan program CKG diikuti oleh 136 juta orang. Namun yang paling penting adalah mulai terapkan tata laksana, pengobatan, dan perawatan. Agar masyarakat yang sakit bisa kembali sehat.
"Agar mereka yang kurang sehat dan yang tidak sehat kembali menjadi sehat. Itu adalah tugas dari seluruh jajaran Kementerian Kesehatan, dinas kesehatan, rumah sakit, hingga puskesmas, memastikan rakyat Indonesia yang sudah ikut CKG, itu sehat," ujar Budi.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/4909640/original/069468100_1722838917-lulalahfah_1722515281_3425028883076168366_199618161.jpg)