Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menandatangani Board of Peace atau Piagam Dewan Perdamaian di Gaza Palestina, yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam ajang World Economic Forum (WEF) 2026 di Swiss.
Trump menyebut pembentukan Board of Peace melibatkan puluhan negara dari berbagai kawasan dunia dan terbuka untuk bekerja sama dengan organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun demikian, Palestina tidak dilibatkan sama sekali dalam pembentukan dewan yang digagas oleh Trump tersebut.
Keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza ditegaskan sebagai upaya untuk menjaga proses transisi di Gaza Palestina, sekaligus mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, serta kelancaran akses bantuan kemanusiaan.
Indonesia juga menyatakan akan menggunakan perannya di Dewan Perdamaian untuk mendukung pemulihan tata kelola sipil Palestina pasca konflik, di tengah kondisi kemanusiaan yang masih rentan di wilayah tersebut.
Baca juga: Dewan Perdamaian Gaza Resmi Dibentuk, Tiongkok Pilih Tak Berkomentar
Sebanyak 35 negara tercatat bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza ini. Negara-negara tersebut termasuk pihak-pihak yang telah melakukan normalisasi hubungan dengan Zionis Israel, yakni Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, Mesir, Yordania, hingga Maroko.
Sementara itu, sejumlah negara Eropa seperti Prancis, Denmark, Norwegia, dan Swedia memilih menolak tawaran bergabung dalam inisiatif yang diprakarsai Trump. Penolakan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Eropa dan Amerika Serikat, terutama terkait rencana pencaplokan wilayah Greenland yang diusulkan Trump.
Presiden Prabowo menilai pembentukan Dewan Perdamaian Gaza sebagai kesempatan bersejarah untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
“Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza. Penderitaan rakyat Gaza sudah sangat berkurang, bantuan kemanusiaan sudah deras dan besar masuk,” ujar Prabowo.


