Kehadiran Shayne diharapkan dapat menambah kualitas dan kedalaman skuad Persija dalam misi mereka merebut gelar juara Liga 1. Manajemen Macan Kemayoran menilai pengalamannya bermain di sejumlah negara seperti Belanda, Norwegia, Belgia, dan Tailan akan meningkatkan kualitas permainan tim dan menambah kedalaman skuad pada upaya meraih juara.
“Shayne adalah sosok dengan pengalaman yang kami butuhkan. Kehadirannya kami yakini akan memberi kontribusi nyata, baik dalam memperkuat kualitas permainan maupun kedalaman skuad. Kehadirannya menjadi bagian dari visi Persija untuk menghadirkan tim yang kompetitif, solid, dan siap menatap setiap tantangan musim ini dengan mental juara,” kata Direktur Persija, Mohamad Prapanca, Prapanca.
Shayne berperan memberi tambahan opsi di sisi kira, sebagai full-back dan wing-back, serta membawa dinamika terbaru bagi tim yang sedang bersaing di papan atas klasemen.
Berikut adalah profil lengkap dan rekam jejak karier sang pemain. Profil Shayne Pattynama Shayne Pattynama lahir pada 11 Agustus 1998 di Lelystad, Belanda. Memiliki tinggi badan 1,85 meter, ia tumbuh besar di lingkungan sepak bola Belanda dan menimba ilmu di akademi klub ternama seperti Ajax dan FC Utrecht.
Identitas Indonesianya berasal dari sang ayah, Henry Pattynama, pria keturunan Maluku asal Semarang. Keputusan Shayne untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 24 Januari 2023 merupakan bentuk penghormatan kepada almarhum ayahnya yang selalu bangga akan asal-usulnya. "Ayah saya bangga dengan hal itu (identitas Indonesia). Sekarang, saya pun tidak akan melepaskannya," tegas Shayne.
Baca Juga :
Welcome To Jakarta! Shayne Pattynama Resmi jadi Macan KemayoranSetelah mencatatkan 41 penampilan bersama Jong Utrecht, Shayne pindah ke Telstar pada tahun 2019. Di klub ini, ia mulai menunjukkan ketajamannya sebagai bek sayap yang rajin membantu serangan. Selama dua musim, ia menjadi pemain reguler dengan torehan 5 gol dan 5 assist, sebuah catatan yang cukup impresif untuk seorang pemain bertahan dan mulai menarik perhatian pemandu bakat internasional.
Langkah besar diambil Shayne pada April 2021 saat ia memutuskan keluar dari zona nyaman di Belanda untuk bergabung dengan klub kasta tertinggi Norwegia, Viking FK. Di negara Skandinavia inilah kariernya meroket. Selama tiga musim, ia tidak hanya menjadi bek kiri tak tergantikan, tetapi juga merasakan atmosfer kompetisi Eropa di kualifikasi UEFA Conference League. Total 89 penampilan dengan 12 assist membuktikan bahwa ia adalah salah satu bek kiri terbaik di liga tersebut.
Setelah kontraknya habis di Norwegia, Shayne sempat menjajal ketatnya persaingan di KAS Eupen (Belgia) pada awal 2024. Namun, petualangannya di Eropa terhenti sejenak saat ia memilih pindah ke Asia Tenggara untuk bergabung dengan raksasa Thailand, Buriram United. Di Thailand, ia tidak hanya bermain di liga domestik, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga di kancah AFC Champions League.
Pada 23 Januari 2026, perjalanan panjang Shayne membawanya ke Persija Jakarta. Kepindahan ini bukan sekadar urusan profesional, melainkan sebuah misi emosional untuk berkarier di tanah air leluhurnya. Dengan durasi kontrak 2,5 musim, Shayne kini memikul harapan besar The Jakmania untuk membawa mentalitas Eropa dan pengalaman internasionalnya demi mengembalikan kejayaan Macan Kemayoran di puncak sepak bola Indonesia.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5303081/original/010753100_1754044504-1000408667.jpg)



