Saleh Daulay: Reshuffle Bukan Soal Kepuasan Publik, Tapi Penilaian Presiden

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Saleh Partaonan Daulay Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan bahwa reshuffle kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Prabowo Subianto Presiden yang dijamin oleh konstitusi.

Karena itu, menurutnya, tidak ada pihak mana pun yang berwenang membatasi atau mengintervensi keputusan presiden dalam melakukan evaluasi terhadap jajaran menterinya.

“Reshuffle itu hak prerogatif presiden. Beliau yang meminta semua anggota kabinet untuk bergabung sebagai pembantunya, dan beliau pula yang melakukan evaluasi serta monitoring terhadap kinerja mereka,” kata Saleh menanggapi munculnya kembali isu reshuffle kabinet, Sabtu (24/1/2026).

Saleh menjelaskan, dalam perjalanan pemerintahan, Presiden memiliki kewenangan penuh untuk menilai kinerja para pembantunya, baik berdasarkan evaluasi pribadi maupun masukan dari pihak lain yang dianggap relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau kemudian menurut beliau ada yang perlu dievaluasi, tentu itu adalah hak beliau yang dijamin dalam konstitusi. Siapa pun tidak punya kewenangan untuk membatasi kewenangan presiden ini,” tegas mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah tersebut.

Ia mengakui, dalam setiap reshuffle kabinet, selalu ada pihak-pihak yang merasa tidak puas. Bahkan, ekspektasi publik bisa saja berbeda dengan keputusan presiden.

“Dalam reshuffle, mungkin saja ada orang yang berharap Presiden mengganti seseorang yang dianggap tidak mampu. Tapi pada kenyataannya, bisa jadi yang diganti justru orang yang dianggap rajin dan berhasil. Namun, kalau sudah diputuskan presiden, semua harus mengikuti,” ujar Saleh yang juga Ketua Komisi VII DPR ini.

Meski demikian, Saleh berharap apabila reshuffle benar-benar dilakukan, sosok pengganti yang dipilih Prabowo Presiden harus memiliki kinerja yang lebih baik dan mampu menjawab tantangan besar pemerintahan ke depan.

“Kalau benar ada reshuffle, PAN hanya berharap penggantinya jauh lebih baik dari yang sebelumnya. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan Prabowo Presiden dalam periode ini,” kata Saleh.

Ia menilai, tantangan pemerintahan saat ini tidak hanya soal pekerjaan rutin, tetapi juga menyangkut pelaksanaan visi besar Asta Cita Prabowo–Gibran, penanganan musibah di sejumlah daerah seperti Sumatera, serta penguatan peran Indonesia di kancah global.

“Dalam konteks global, saya yakin Prabowo Presiden ingin Indonesia tampil di depan. Ada banyak kerja sama dengan berbagai negara yang perlu diwujudkan agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Saleh pun mengajak semua pihak untuk menghormati dan menunggu keputusan presiden terkait reshuffle kabinet.

“Kita tunggu saja bagaimana keputusannya nanti. Apa pun yang diputuskan, semoga dapat membawa kebaikan bagi semua,” pungkasnya.(faz)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Produksi Emas dan Tembaga PT Freeport Anjlok Akibat Longsor Tambang Grasberg Block Cave
• 22 jam lalupantau.com
thumb
BRI Super League: PSIM Fokus Fisik Jelang Menjamu Persebaya, Bersiap Hadapi Jadwal Super Padat di Bulan Februari
• 11 jam lalubola.com
thumb
Tanggul Situ Bulakan Jebol, Banjir Rusak Parah Rumah Warga di Pinang Griya Tangerang
• 59 menit lalukompas.tv
thumb
Sang Ayah Buka Suara Soal Penyakit yang Diderita Lula Lahfah
• 1 jam lalucumicumi.com
thumb
Cara Bikin Kartu Keluarga Bagi Pasangan Baru Menikah, Tanpa Biaya
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.