CUACA ekstrem masih terjadi puluhan daerah di Jawa Tengah Sabtu (24/1) mengakibatkan bencana hidrometeorologi. Tanah longsor kembali melandar sejumlah daerah dan banjir semakin meningkat hingga ribuan warga kasih bertahan di pengungsian.
Pemantauan Media Indonesia Sabtu (24/1) bencana banjir masih merendam di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak, Kudus dan Pati, bahkan banjir semakin meningkat hingga ketinggian mencapai 30-150 centimeter mengakibatkan ribuan warga masih bertahan di pengungsian.
Akibat cuaca ekstrem terjadi sejak Jumat (24/1) tersebut, bencana longsor juga kembali melanda sejumlah daerah seperti Tegal, Pekalongan, Batang, Kendal dan Semarang mengakibatkan sejumlah ruas jalan terputus tertutup material longsoran dan sejumlah infrastruktur serta rumah warga rusak.
Baca juga : BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Ancam Jateng
"Longsor di sini sudah 30 kali terjadi dalam 2 hari, hingga menutup ruang jalan, bahkan longsor dari Bukit Gunung Beser Petungkriono terjadi beberapa kali dalam sehari," kata Camat Petungkriyono, Hadi Surono.
Bencana serupa juga terjadi di Dukuh Krompeng, Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, bahkan longsor ini mengakibatkan warga berhamburan menyelamatkan diri karena terancam tertimpa longsoran yang tidak jauh dari pemukiman penduduk. "Saat ini, kami bersama tim gabungan BPBD, TNI, Polr dan relawan masih berupaya membersihkan material itu," ujar Camat Talun Argo Yudho Utomo
Selain longsor, banjir juga masih merendam 29 desa di Kabupaten Pekalongan mengakibat 18.903 keluarga (59.729 jiwa) terdampar, sebanyak 11.582 rumah terendam pengungsi saat ini mencapai 284 keluarga (856 jiwa). "Penanganan terus dilakukan karena cuaca ekstrem masih terus berlangsung hingga saat ini," demikian Kepala Bidang Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jawa Tengah Armin Nugroho,
Baca juga : Cuaca Ekstrem Berpeluang Terjadi di Sejumlah Wilayah Jateng
Sedangka,n banjir di Kota Pekalongan, lanjut Armin Nugroho, sebanyak 35.993 keluarga di di Kota Pekalongan terdampak banjir, pada 35.993 dan 14.397 rumah masih tergenang air dengan ketinggian bervariasi serta, 2.242 jiwa masih bertahan di 27 titik lokasi pengungsian.
Sementara itu banjir hingga saat ini masih cukup tinggi merendam sebanyak 38 desa yang berada di 9 kecamatan di Kabupaten Kudus, akibatnya 10.060 runah warga terendam dan 22.503 keluarga (70.543 jiwa) warga terdampak, bahkan cuaca ekstrem yang terjadi banjir awalnya sudah surut kembali meningkat.
"Jumlah pengungsi akibat bencana banjir yang sudah hampur dua pekan merendam daerah ini mencapai 2.467 jiwa ersebar di belasan tempat pengungsian," ungkap Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko.
Akibat cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir, juga mengakibatkan sejumlah kawasan di Kota Semarang terendam banjir dengan ketinggian bervariasi, akibatnya warga mengalami kesulitan karena sejumlah ruas jalan seperti Ngablak, Genuk, Gayamsari dan Semarang Utara terendam. (H-2)





