FAJAR, JAKARTA – Istora Senayan kembali menjadi saksi kebangkitan tunggal putra masa depan Indonesia. Alwi Farhan sukses mengamankan tiket final Indonesia Masters 2026.
Di semifinal ia setelah menumbangkan wakil Taiwan, Chi Yu Jen, dengan skor telak 21-11 dan 21-12 pada Sabtu (24/1).
Meski tampil gemilang, Alwi mengaku tidak fit. Bertanding dalam kondisi fisik yang tidak sepenuhnya bugar.
Kemenangan yang diraih dalam waktu 35 menit ini membuktikan kematangan mental Alwi Farhan. Sejak set pertama, Alwi terus menekan hingga lawan tidak diberikan ruang untuk mengembangkan permainan.
Menariknya, juara dunia junior 2023 ini mengungkapkan bahwa ia harus bertarung melawan rasa tidak nyaman pada tubuhnya sepanjang laga.
“Jujur, kondisi saya hari ini tidak berada di angka 100 persen. Namun, saya ingin membuktikan pada diri sendiri bahwa saya mampu melampaui limit tersebut. Jika fisik sedang turun, maka tekad dan ambisi saya yang harus naik lebih dari 100 persen,” ujar Alwi Farhan usai laga.
Atmosfer Istora Jadi “Senjata”
Alwi tidak menampik bahwa riuhnya dukungan suporter di Istora Gelora Bung Karno berperan besar dalam kemenangannya.
Menurutnya, Chi Yu Jen tampak kesulitan mengatasi tekanan mental dari penonton tuan rumah, sehingga sering melakukan kesalahan sendiri.
“Sebenarnya permainan saya hari ini bisa dibilang lumayan, belum di level terbaik. Tapi saya melihat lawan terkena pressure dari tribun, sehingga pola permainannya tidak keluar,” tambahnya.
Alwi Farhan vs Panitchaphon Teeratsakul
Di babak puncak, Alwi Farhan akan menghadapi tantangan berat dari wakil Tailan, Panitchaphon Teeratsakul. Sang “pembunuh raksasa”.
Pemain Thailand tersebut melaju ke final secara mengejutkan setelah menumbangkan mantan juara dunia, Loh Kean Yew (Singapura), dengan skor 21-17, 21-17.
Laga final ini diprediksi akan berjalan sangat sengit, mengingat kedua pemain memiliki karakter permainan yang berbeda.
Masalah fisik menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi tim medis Indonesia. Alwi harus segera menjalani recovery maksimal dalam waktu kurang dari 24 jam untuk menghadapi Teeratsakul yang dikenal memiliki stamina kuda dan jangkauan langkah yang lebar.
Teeratsakul sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan pemain top dunia. Ia memiliki serangan balik yang mematikan. Pemain kidal yang memiliki pukulan tajam.
Alwi harus tetap tenang dan tidak terburu-buru melakukan smes jika tidak ingin terjebak dalam pola permainan cepat khas Tailan.
Dukungan publik Istora tetap menjadi kartu as bagi Alwi. Jika Alwi mampu menjaga fokus dan tidak terbebani status tuan rumah, peluang untuk menaiki podium tertinggi sangat terbuka lebar.
“Tugas hari ini sudah selesai, sekarang saatnya fokus total untuk laga besok. Saya akan mengeluarkan semua kemampuan yang tersisa demi gelar juara,” tutup Alwi dengan optimistis. (*)




