Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan pada kuartal I 2026 tetap positif. Optimisme tersebut didorong oleh momentum Ramadan dan Idulfitri.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan bahwa secara historis momentum Ramadan dan Idulfitri mampu meningkatkan aktivitas ekonomi nasional.
“Secara historis, momentum Ramadan dan Idulfitri cenderung mendorong peningkatan aktivitas ekonomi,” kata Dian dalam keterangan tertulis, Jakarta, dikutip Sabtu (24/1/2026).
Dian menjelaskan, periode Ramadan dan Idulfitri terjadi kenaikan konsumsi rumah tangga serta aktivitas di berbagai sektor produktif.
Terdapat sejumlah sektor pendukung seperti perdagangan, transportasi, akomodasi, serta industri makanan dan minuman kerap mencatatkan peningkatan kinerja selama periode tersebut.
“Momentum tersebut diharapkan akan meningkatkan permintaan kredit, baik pada segmen konsumsi maupun kredit modal kerja,” tambahnya.
Selain faktor musiman, OJK juga menilai sejumlah katalis lain akan menopang pertumbuhan kredit pada awal 2026.
Beberapa di antaranya adalah transmisi kebijakan moneter yang semakin membaik, tren penurunan suku bunga pinjaman, serta percepatan belanja pemerintah dan investasi swasta.
“Diharapkan akan menjadi katalis untuk pertumbuhan kredit pada awal tahun 2026,” tambahnya.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/3273300/original/024500000_1603240922-20201020-MU-Menang-di-Kandang-PSG-AP-2.jpg)
