Semua korban pesawat ATR 42-500, yang hilang kontak dan terjatuh di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah dievakuasi dan diidentifikasi.
Pesawat ATR 42-500 terbang dari Jogja ke Kota Makassar pada Sabtu (17/1) lalu. Saat hendak tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, dilaporkan hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulsel.
Setelah dilakukan pencarian selama sepekan lamanya, akhirnya seluruh korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Semuanya telah diserahkan kepada keluarganya masing-masing.
Dari 10 korban, ditemukan dan diidentifikasi dalam waktu berbeda. Terakhir, sebanyak 7 korban berhasil diidentifikasi. Pantauan kumparan, Sabtu (24/1), ketujuh korban diserahkan kepada keluarga, secara bersamaan.
Sebelum peti jenazah diserahkan, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani bersama Basarnas, KKP dan pihak maskapai terlebih dahulu melaksanakan salat jenazah. Ada salah satu pihak keluarga tampak menangis dalam prosesi penyerahan jenazah tersebut.
Kemudian, satu persatu jenazah diserahkan kepada keluarganya masing-masing. Dalam kesempatan itu, Kapolda Sulsel mengucapkan belasungkawa dan meminta agar keluarga yang ditinggalkan sabar.
"Saya Kapolda Sulsel berbelasungkawa atas kepergian para korban pesawat ATR 42-500," katanya.
Setelah diserahkan, enam jenazah kemudian dinaikkan ke mobil ambulans lalu dibawa ke Bandara Sultan Hasanuddin. Sementara itu, satu jenazah lainnya, Farhan Gunawan hanya dibawa ke rumah duka di Jalan Urip Sumohardjo Makassar, untuk disemayamkan.
Berikut identitas tujuh jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang diserahkan ke keluarga:
Kru Pesawat
1. Andy Dahananto (Pilot), 58 Tahun, Alamat: Jl. Tanjakan Kampung Baru O.416, RT 03/05, Kec. Kp. Makassar, Halim Perdana Kusuma.
2. Farhan Gunawan (Kopilot), 26 Tahun, Alamat: Jl. Sultan Hasanuddin, Malili, Sulsel.
3. Hariadi (Flight Operation Officer), 57 Tahun, alamat: Perumahan Puri Kahuripan 3 No. 4, RT 003/RW 008, Kec. Jaten, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah.
4. Restu Adi (Engineer), 40 Tahun, Alamat: Jl. Tanjakan Kampung Baru O.416, RT 03/05, Kec. Kp. Makassar, Halim Perdana Kusuma.
5. Dwi Murdiono (Engineer), 40 Tahun, alamat: Jl. Prajasa Perum Puri Indrakita Blok B.5, Sasak Panjang, Bogor, Jawa Barat.
Penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
1. Ferry Irawan (Analis Kapal Pengawas), 41 Tahun, Alamat: Kompleks Mina Bhakti No. 150, Cikaret, Kota Bogor, Jawa Barat.
2. Yoga Noval Prakoso (Operator Foto Udara), 31 Tahun, Alamat: Jl. Tutul Raya No. 264, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.




