JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto tiba di Indonesia pada Sabtu (24/1/2026) sore usai melakukan kunjungan kerja ke Inggris, Swiss, dan Prancis.
Dilihat dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden (Setpres), pesawat yang ditumpangi Kepala Negara tiba sekitar pukul 17.25 WIB.
Pintu pesawat kemudian dibuka sekitar pukul 17.40 WIB, setelah tangga berkarpet biru dipasang di depannya.
Lalu, Prabowo terlihat muncul dari pintu pesawat dengan mengenakan baju safari berwarna krem dan celana hitam. Ia terlihat mengenakan peci dan kacamata hitam.
Prabowo menuruni tangga pesawat kemudian bersalaman dengan sejumlah pejabat yang telah berdiri di sisi kanan dan kiri.
Baca juga: SBY Puji Prabowo Hadir di Davos: Sejalan dengan Tradisi Politik Luar Negeri Sejak Era Soekarno
Tiga di antaranya adalah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ada pula Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang turut melakukan kunjungan kerja bersama Prabowo.
Sebelum menaiki mobil meninggalkan bandara, Prabowo juga sempat berbincang bersama pejabat.
Kunjungan Kerja di InggrisAdapun di Inggris, Presiden Prabowo bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Keir Starmer dan Raja Charles III.
Dari pertemuan tersebut, terdapat tiga kesepakatan utama yang menjadi hasil signifikan kunjungan Presiden Prabowo.
Pertama, komitmen investasi dari Inggris sebesar 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp 90 triliun. Kedua, penguatan kerja sama di bidang maritim.
Baca juga: Menlu Ungkap Alasan Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace untuk Gaza
Ketiga, kerja sama pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia.
Selain sektor ekonomi dan maritim, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian besar pada penguatan sumber daya manusia melalui kerja sama pendidikan tinggi.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden bertemu dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, antara lain King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, University of Edinburgh, dan sejumlah universitas top lainnya.
"Jadi Bapak Presiden ingin membuat 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran, kemudian di bidang STEM, science, technology, engineering, and mathematics, itu nanti beliau akan membuat di Indonesia,” kata Seskab Teddy Indra Wijaya saat di London, Inggris.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai skema, mulai dari peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, hingga pertukaran dosen.
Baca juga: Prabowo Sambangi Istana Élysée, Penuhi Undangan Santap Malam Pribadi Presiden Macron
Kunjungan Kerja di Swiss dan PerancisSementara di Swiss, Prabowo menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos.
Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) ini pun menandatangani piagam sebagai bentuk tanda bergabungnya Indonesia dalam Dewan Keamanan (Board of Peace/BoP).
Kemudian di Prancis, Prabowo memenuhi undangan jamuan santap malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée pada Jumat (23/1/2026) waktu setempat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

