Industri film Indonesia kini tengah bersiap menyambut musim Lebaran 2026. Beberapa film sudah dipastikan tayang di golden time tersebut, ada Danur: The Last Chapter, Na Willa, hingga Suzzana.
Di balik antusias ini, penulis skenario Lele Laila, menyampaikan kekhawatirannya soal kampanye hitam atau black campaign yang mulai merayap di sela promosi film.
Dalam unggahan Insta Story, Lele menyoroti persaingan film saat ini mulai destruktif.
"Waktu saya tahu film Danur Last Chapter akan tayang Lebaran, saya takut. Iya Takut. Entah bagaimana dan sejak kapan Persaingan Film Lebaran, seperti Pilpres. Black Campaign, Buzzer, Hate Komen, jadi sesuatu yang kemudian dianggap biasa terjadi dan enggak apa-apa terjadi, bahkan ketika kita membicarakan film," ungkap Lele.
Lele menyoroti tajamnya polarisasi dan serangan digital yang terjadi di antara basis penggemar film yang berbeda.
Situasi ini memanas menyusul keluhan dari sutradara film Na Willa, Ryan Adriandhy, yang melihat komentar salah lapak di akun media sosial filmnya.
Meski sutradara Awi Suryadi telah membantah ada buzzer dari tim Danur dan MD Pictures, Lele merasa pola serangan mulai terbentuk kembali. Lele mencatat, dalam dua hari terakhir, pola black campaign tersebut kembali muncul.
Lele menyayangkan narasi provokatif yang mencoba mengadu domba karya seni. Ia mengutip salah satu komentar yang membuatnya terpukul.
"Komentar-komentar itu datang lagi. Sampai ada yang bilang 'siap menghabiskan Danur seperti Pabrik Gula tahun lalu'," tulis Lele.
Rasa takut yang dialami Lele Laila ternyata berakar dari pengalaman di musim Lebaran tahun sebelumnya. Ia mengaku pernah menjadi sasaran hate comment yang ekstrem.
"Saya ke-trigger. Saya takut terjadi seperti Lebaran tahun lalu, saya takut diserang lagi. Saya takut dicaci maki hingga disuruh mati lagi. Saya takut enggak akan sanggup menerimanya," tulis Lele.
"Orang yang tahun lalu berada di samping saya ketika hal itu terjadi, sudah Mati. Saya pantas kan takut?" lanjutnya.
Kepada sinefil dan akun film, Lele menyerukan agar praktik menjatuhkan lawan dengan cara kotor tidak lagi dilanggengkan.
"Kepada sinefil, akun-akun film, temen temen PH, agency marketing film, teman-teman di Industri film tersayang, dan semuanya, boleh kita tidak melanggengkan hal ini?" tanya Lele.
Kekhawatiran Lele bukan tanpa alasan, mengingat dirinya adalah sosok di balik suksesnya waralaba Danur.
Perjalanan cerita horor Risa Saraswati itu dimulai pada 2017 melalui Danur: I Can See Ghosts, yang merajai bioskop dan membangkitkan gairah horor lokal. Kesuksesan itu berlanjut ke Danur 2: Maddah (2018) dan Danur 3: Sunyaruri (2019).
Kini, perjalanan Risa Saraswati dan teman-teman hantunya akan mencapai akhir dalam Danur: The Last Chapter yang dijadwalkan tayang Lebaran 2026.



