Proses pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kampung Babakan Cibudah, Kecamatam Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terkendala cuaca yang tidak menentu serta kondisi medan yang berlumpur.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan hujan yang turun secara tiba-tiba berpotensi memicu longsoran susulan. Material longsor yang menimbun korban bukan berupa tanah kering, melainkan lumpur yang bercampur air, sehingga menyulitkan proses pencarian dan evakuasi.
“Kita tidak pernah tahu, bisa terjadi longsoran air yang membawa material tanah. Material yang menimbun korban adalah lumpur bercampur air, bukan tanah kering. Kami terkendala cuaca, kita bisa sama-sama lihat sebentar terang sebentar hujan” ujar Ade Dian di lokasi, Sabtu (24/1).
Selain cuaca yang berubah-ubah, Ade menyampaikan, kondisi lumpur yang tebal menjadi kendala utama bagi tim SAR. Upaya pembuatan akses jalan menuju lokasi pencarian tengah difokuskan agar evakuasi dapat dilanjutkan dengan aman.
Pada hari pertama pencarian atau hari ini, tim SAR telah melakukan asesmen di sejumlah titik terdampak longsor. Ade menyebutkan, area pencarian kemungkinan akan dibagi ke dalam beberapa lokasi untuk mempermudah proses evakuasi korban.
“Untuk hari pertama kami sudah melakukan asesmen terhadap lokasi terdampak. Ada beberapa titik yang nantinya akan dibagi dalam proses pencarian,” jelasnya.
Terkait penggunaan alat berat, Ade menegaskan bahwa hingga saat ini belum memungkinkan untuk diturunkan ke lokasi karena kondisi medan yang sangat berlumpur.
“Melihat medan yang berlumpur, alat berat tidak memungkinkan untuk turun saat ini,” ujarnya.
8 Orang TewasMenurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana tersebut menewaskan 8 orang dan menyebabkan 82 warga masih dalam proses pencarian hingga pukul 10.30 WIB.
Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dan mengakibatkan material longsoran menimbun permukiman warga.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan, terdapat 113 jiwa terdampak. 23 orang di antaranya selamat.
“23 jiwa dilaporkan selamat. Bencana ini berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/1).
Sementara itu, jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan petugas di lapangan.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481229/original/078401600_1769082325-Bali_United_Vs_Semen_Padang.jpg)


