BANDUNG BARAT, KOMPAS.TV - Kodam III/Siliwangi akan menelusuri informasi dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang akibat longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), yang terjadi hari ini, Sabtu (24/1/2026).
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin menyatakan belum bisa memastikan kebenaran dugaan tersebut.
“Terkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,” ujar Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu, via Antara.
Ia mengatakan tim di lapangan akan terus melakukan pencarian meskipun menghadapi kondisi cuaca dan medan.
"Saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,” jelasnya.
Baca Juga: Update Longsor Bandung Barat: Pencarian Berlanjut Besok, 30 Rumah Warga Terdampak, 21 Selamat
Diberitakan kompas.tv sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun mengungkapkan ada dua titik longsor di Bandung Barat.
"Jadi hari ini memang terjadi dua longsoran ya, terjadi di Bandung Barat. Yang pertama di Pasirlangu, yang kedua terjadi di Lembang," ujarnya dalam Breaking News KompasTV, Sabtu.
Teten mengatakan longsor itu diduga terjadi karena intensitas hujan cukup tinggi. Ia juga menyebut daerah itu cukup rawan longsor berdasarkan kajian risiko bencana.
"Kami melihat di seputar ini juga ada perubahan-perubahan fungsi lahan," bebernya.
Kata dia, perubahan fungsi lahan tersebut mengakibatkan kejenuhan air sehingga terjadi banjir dan longsor.
Baca Juga: Blak-Blakan! Pengamat Sebut Alih Fungsi Lahan Faktor Penyebab Longsor Bandung Barat, Kritik Mitigasi
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV, Antara
- longsor
- bandung barat
- cisarua
- tni
- tni korban longsor
- longsor cisarua



