Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memastikan warga yang tinggal di wilayah longsor yakni di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat akan direlokasi.
"[Warga akan] direlokasi. Enggak boleh lagi ada bangunan rumah di sana,” kata dia saat meninjau lokasi longsor, Sabtu (24/1).
Ia menyebut, pihaknya menyiapkan bantuan sebesar Rp 10 juta per keluarga untuk keperluan mengontrak tempat tinggal dan memenuhi kebutuhan hidup selama dua bulan.
“Saya sudah mengambil keputusan untuk tidak berkumpul di sini. Tapi menyiapkan per keluarga 10 juta untuk cari tempat kontrakan dan bekal hidup untuk dua bulan dulu,” ujarnya.
Menurut Dedi, kebijakan tersebut dilakukan agar pemerintah dapat lebih fokus pada proses pemulihan bencana, termasuk penyelesaian pencarian korban yang masih tertimbun material longsor.
“Sehingga kita akan fokus me-recovery bencananya, menyelesaikan penanganan pencarian korban yang masih tertimbun,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa proses evakuasi korban longsor berlangsung cukup sulit. Salah satu jenazah membutuhkan waktu hampir empat jam untuk dapat diangkat.
“Saya tadi ikut mengevakuasi satu jenazah yang mengambilnya menghabiskan waktu hampir empat jam, tapi bisa terangkat,” ungkapnya.
Tanah longsor menerjang wilayah itu pada Sabtu (24/1) pukul 02.30 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar mencatat sebanyak 10 orang dinyatakan tewas akibat peristiwa yang diduga disebabkan hujan deras itu.
Berdasarkan keterangan dari BPBD Jabar, korban tewas berasal dari Kampung Pasirkuning dan Pasirkuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, delapan orang. Sedangkan dua korban lainnya berasal dari kampung Sukadami, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang.
Selain itu, 82 orang dinyatakan masih hilang dan dalam pencarian.




