Bencana banjir bandang menerjang dua desa di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menyebabkan ratusan rumah warga terendam lumpur dan satu orang dilaporkan meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, sekitar pukul 03.00 WIB.
Dua desa terdampak banjir bandang tersebut yakni Desa Serang, Kecamatan Karangreja, serta Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet. Derasnya arus air membawa material lumpur dan kayu gelondongan yang masuk ke permukiman warga.
Akibat bencana ini, ratusan rumah dilaporkan terendam lumpur, sementara delapan rumah warga mengalami kerusakan parah hingga rata dengan tanah setelah diterjang arus banjir. Selain merusak rumah, banjir bandang juga mengakibatkan harta benda warga serta hewan ternak hilang terbawa arus.
Baca juga: Alih Fungsi Lahan Diduga Jadi Penyebab Longsor Cisarua Bandung Barat
Satu orang warga dilaporkan meninggal dunia setelah rumah yang ditempatinya ambruk saat banjir bandang terjadi. Aparat setempat bersama tim gabungan telah mengevakuasi korban dan melakukan pendataan terhadap warga terdampak.
Hingga Sabtu siang, ratusan petugas dan relawan dari berbagai unsur masih dikerahkan untuk membersihkan sisa material banjir. Lumpur tebal dan kayu-kayu gelondongan yang terbawa arus menjadi kendala utama dalam proses pembersihan.
Kepala Desa Sangkanayu Purbalingga, Ali Nur Setiawan menjelaskan bahwa material kayu yang terbawa banjir diduga berasal dari wilayah hulu sungai.
“Wilayah kami merupakan daerah paling atas, sehingga kemungkinan material kayu itu berasal dari aliran sungai di wilayah Desa Serang,” ujarnya.


