Mendikdasmen Tegaskan AI Tak Akan Gantikan Peran Guru

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menegaskan, kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak akan menggantikan peran guru dalam proses pendidikan.

Menurut Abdul Mu’ti, AI hanyalah teknologi pendukung yang tidak memiliki dimensi kemanusiaan seperti yang dimiliki pendidik.

“AI itu tetap menjadi teknologi yang tidak bisa menyelesaikan dan menggantikan semuanya,” ujar Abdul Mu’ti, Sabtu (24/1/2026).

Abdul Mu’ti menjelaskan, meskipun AI mampu mengolah data dan menyajikan informasi secara cepat, teknologi tersebut tidak memiliki pengalaman belajar, tanggung jawab moral, serta nilai kemanusiaan yang melekat pada profesi guru.

Menurutnya, AI dapat memberikan saran maupun penjelasan, tetapi tidak mampu mengalami proses pembelajaran sebagaimana manusia.

“AI bisa memberikan advice, bisa menjelaskan banyak hal, tetapi dia tidak melakukan dan tidak mengalami,” katanya dilansir dari Antara.

Ia menekankan bahwa kendali pemanfaatan AI sepenuhnya berada di tangan manusia. Oleh karena itu, penggunaan teknologi tersebut harus dibarengi dengan sikap kritis agar tidak terjebak pada informasi yang keliru atau tidak sepenuhnya valid.

“Kontrolnya tetap ada di manusia yang mengoperasikan alat itu,” ujar Mendikdasmen.

Abdul Mu’ti juga mengingatkan pentingnya etika dalam penggunaan AI, terutama di ruang digital. Ia menilai, informasi yang disajikan AI sangat bergantung pada kualitas data yang dihimpun.

“Kalau yang diunggah tidak benar, AI juga akan menyajikan informasi yang tidak benar,” katanya.

Dalam kebijakan pendidikan, ia menyampaikan bahwa pembelajaran AI dan coding mulai diperkenalkan di sekolah dasar sejak kelas 5 sebagai mata pelajaran pilihan. Penerapannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan guru dan satuan pendidikan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Abdul Mu’ti menegaskan pendidikan harus tetap menjaga keseimbangan antara inovasi digital dan nilai kemanusiaan. Guru, menurut dia, tetap memegang peran sentral dalam membimbing, menanamkan nilai, dan membentuk karakter peserta didik.

“Aset human dan sisi kemanusiaan itu tidak boleh dilepaskan dalam konteks AI,” ucapnya. (ant/saf/faz)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Profil Lula Lahfah, Selebgram yang Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Longsor Cisarua, Empat Tewas 
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Wisata Guci di Tegal Diterjang Banjir Lagi, Kolam Hancur dan Jembatan Putus
• 9 jam laludetik.com
thumb
Honda Prelude Siap Mengaspal di Indonesia, Harga di Bawah Rp1 Miliar
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Menlu Tegaskan Indonesia Tak Memihak di Tengah Isu Ambisi AS atas Greenland
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.