Tangerang, VIVA – Kehidupan modern yang serba cepat kerap menyisakan kegelisahan, terutama bagi umat Muslim yang berusaha menjaga iman di tengah tekanan sosial, tuntutan ekonomi, dan krisis makna hidup. Isu inilah yang menjadi salah satu sorotan utama Ustaz Khalid Basalamah dalam gelaran CONNECT – The Strong Minor Project 2026, yang berlangsung pada 24–25 Januari 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Dalam forum bertema “Modern Struggles”, Ustaz Khalid menyoroti bagaimana tantangan umat hari ini tidak selalu berbentuk konflik fisik, melainkan pergulatan batin yang lebih halus namun menguras energi. Rasa lelah mental, kebingungan identitas, hingga sulitnya menjaga konsistensi ibadah di tengah hiruk-pikuk dunia digital disebutnya sebagai ujian nyata yang dihadapi banyak Muslim. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Menurut Ustaz Khalid, Islam sejatinya telah memberikan panduan yang sangat lengkap untuk menghadapi kondisi tersebut. Namun, tantangan terbesar justru terletak pada bagaimana nilai-nilai itu dipahami dan diamalkan secara relevan dengan realitas zaman.
“Struggle hari ini bukan hanya soal bertahan hidup, tapi bagaimana tetap lurus di tengah derasnya arus,” ungkapnya dalam salah satu sesi diskusi, dikutip Minggu 25 Januari 2026.
CONNECT 2026 sendiri dirancang sebagai ruang refleksi bersama, tidak hanya menghadirkan ceramah satu arah, tetapi juga dialog yang membumi dan kontekstual. Acara ini memadukan nilai spiritual, edukasi, dan gaya hidup sehat dalam satu pengalaman sosial yang inklusif bagi generasi muda dan keluarga.
CEO The Strong Minor Project, Ratna Galih, menjelaskan bahwa tema Modern Struggles diangkat sebagai cermin kondisi umat saat ini.
“Banyak orang merasa terputus—dari diri sendiri, dari lingkungan, bahkan dari nilai spiritualnya. CONNECT ingin menjadi ruang aman untuk membicarakan itu tanpa menghakimi,” ujarnya.
Selain Ustaz Khalid Basalamah, CONNECT 2026 menghadirkan sejumlah tokoh Islam nasional dan internasional, di antaranya Ustaz Syafiq Riza Basalamah, Ustaz Abduh Tuasikal, serta ulama global seperti Mufti Menk dan Syeikh Assim Al-Hakeem. Kolaborasi ini menghadirkan perspektif Islam yang luas, dari isu akidah dan keluarga hingga tantangan sosial umat di tingkat global dan lokal.





