Pasien RSUD Aceh Tamiang senang layanan cepat meski tanggap darurat

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Sejumlah pasien di RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, merasa bersyukur atas layanan cepat meski wilayah tersebut saat ini masih dalam keadaan perpanjangan masa tanggap darurat hingga 3 Februari 2026.

Hamdani, pasien asal Kecamatan Rantau, mengatakan pelayanan yang diterimanya selama perawatan berjalan baik, responsif, dan jelas, meskipun fasilitas rumah sakit masih beradaptasi pascabencana banjir.

"Pelayanannya bagus, saya masuk sudah dua hari," kata Hamdani ditemui ANTARA di Aceh Tamiang, Sabtu (24/1).

Ia menjelaskan telah menjalani perawatan selama dua hari di RSUD Aceh Tamiang, setelah mengalami sakit pada kaki yang bernanah dan memerlukan penanganan medis segera oleh tim dokter berpengalaman setempat profesional.

Menurut Hamdani, tim medis bergerak cepat melakukan pemeriksaan hingga tindakan operasi.

Meski begitu, ia berharap pelayanan kesehatan di RSUD Aceh Tamiang terus berjalan lancar, seiring pemulihan wilayah itu pascabencana banjir.



Aslamiah, warga Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang menjawab pertanyaan ANTARA di sela menemani suaminya usai menjalani operasi ringan di RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Harianto

Senada, Aslamiah, warga Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, mengatakan suaminya menjalani operasi benjolan punggung dan tindakan berjalan lancar dengan pelayanan dokter ramah serta profesional selama perawatan rumah sakit.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas pelayanan kesehatan yang tetap optimal meski rumah sakit masih dalam pemulihan pascabanjir, menunjukkan komitmen tenaga medis melayani masyarakat secara maksimal meski dalam pemulihan pascabencana.

Aslamiah mengaku suaminya telah dirawat selama tiga malam, sejak masuk rumah sakit hingga pascaoperasi, penanganan dilakukan begitu cepat, serta perhatian perawat yang konsisten terhadap kebutuhan pasien selama perawatan.

Menurut Aslamiah, layanan IGD hingga ruang rawat tetap sigap menyambut pasien darurat, termasuk lansia, sehingga proses tindakan medis tidak terganggu kondisi pemulihan banjir yang masih berlangsung di wilayah Aceh Tamiang.

"Kalau pelayanannya sejak masuk pasien itu, IGD umpamanya, darurat gitu ya, disambut dengan bagus. Contoh suami saya gitu kan seorang bapak-bapak yang udah jompo gitu, dilayani dengan baiklah. Alhamdulillah," kata Aslamiah.

Ia juga menegaskan penggunaan BPJS tidak mempengaruhi kualitas layanan, karena seluruh pasien dilayani setara, cepat, dan manusiawi, tanpa pembedaan.

"Kami punya BPJS sudah lama, ya setiap berobat pakai BPJS terus. Untuk pelayanannya bagus, nomor satu. Enggak ada beda-beda gitu," tegasnya.

Meski begitu, Aslamiah berharap pascapemulihan, RSUD Aceh Tamiang mampu meningkatkan kualitas layanan lebih baik dari sebelumnya.





Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Andika Putra menjawab pertanyaan ANTARA ditemui di RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Harianto

Sementara itu, Direktur RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang Andika Putra menegaskan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal meski dalam situasi pemulihan pascabencana.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, bahkan jika rumah sakit terdampak, karena posko kesehatan tetap bergerak melayani warga secara berkesinambungan di seluruh wilayah terdampak bencana.

Ia menjelaskan, tenaga medis dan manajemen berupaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dengan segala keterbatasan, sambil memastikan keselamatan pasien, kecepatan tindakan, serta kualitas perawatan tetap terjaga selama masa pemulihan berlangsung.

Rumah sakit juga berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana secara bertahap, termasuk pemenuhan peralatan medis prioritas, agar pelayanan kesehatan semakin optimal dan responsif bagi masyarakat Aceh Tamiang.

"Tentu saja yang namanya pelayanan kesehatan itu tidak boleh terhenti satu hari pun, dalam keadaan apa pun," tegas Andika.



Sejumlah pasien cuci darah di RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Harianto

Manajemen RSUD Muda Sedia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pengiriman peralatan dibutuhkan, demi menjaga kesinambungan layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang secara aman, bermutu, berkelanjutan, menyeluruh.

RSUD Aceh Tamiang mulai beroperasi sejak 9 Desember 2025 pascabencana banjir dengan kapasitas sekitar 35 persen. Saat ini, rumah sakit itu melayani sekitar 50 pasien rawat inap dan 200 kunjungan rawat jalan per hari.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir dari 20 Januari hingga 3 Februari 2026, untuk memastikan seluruh lumpur di pemukiman penduduk bersih dan memaksimalkan penanganan darurat bagi korban banjir.



Baca juga: HK minta warga bersabar untuk lewati jalan Simaninggir Tapteng

Baca juga: Petani manggis Tanah Datar mulai bangkit setelah terdampak bencana

Baca juga: Penyintas bencana mulai tempati huntara di Kayu Pasak Palembayan Agam

Baca juga: Mendagri puji normalisasi sungai di Hutanabolon Tapanuli Tengah


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Update Terbaru Banjir Jakarta Masih Merendam 90 RT dan 10 Ruas Jalan Hari ini Sabtu 24 Januari
• 22 jam laludisway.id
thumb
Banjir Mulai Surut, Jalan Daan Mogot Jakarta Barat Kembali Bisa Dilintasi Kendaraan
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Bima Arya Ungkap Arahan Prabowo soal Longsor di Bandung Barat
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Hasil Semifinal Indonesia Masters 2026: Kalah Dramatis atas Ganda Denmark, Jafar/Felisha Gagal ke Final
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Kronologi Lula Lahfah Ditemukan Meninggal Dunia, Pacar Reza Arap Sudah Tak Bernyawa saat Dihampiri Sekuriti Apartemen
• 23 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.