Pascapembersihan kayu, rehabilitasi Ponpes Darul Mukhlisin dikebut

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Aceh Tamiang (ANTARA) - Pascapembersihan ribuan batang kayu sisa banjir, Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, memasuki tahap rehabilitasi lanjutan untuk memulihkan fungsi pendidikan dan asrama santri secara bertahap.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Mulkana ditemui ANTARA di Aceh Tamiang, Sabtu (24/1) mengatakan rehabilitasi lanjutan Ponpes tersebut telah dibahas bersama Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari saat kunjungan langsung pada Kamis (15/1) di daerah itu.

"Kita ceritakan semua kondisi kita bagaimana kita butuh sarana mobililer untuk kegiatan KBM (kegiatan belajar mengajar), juga sarana asrama untuk santri bisa boarding. Targetnya kan Ramadhan (2026) kita bisa boarding. Jadi kemarin udah kita obrolin juga, kita sampaikan pada Pak Qodari," kata Mulkana.

Menurutnya rehabilitasi lanjutan Ponpes itu telah dibahas sejumlah menteri terkait di jajaran pemerintah pusat dan menjadi atensi khusus agar segera ditangani.

"Jadi beliau (Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari), kemarin itu ada bilang kalau Pondok Darul Mukhlisin ini disebutkanlah di obrolan para menteri untuk fokus membantu Darul Mukhlisin," bebernya.



Pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Mulkana menjawab pertanyaan ANTARA ditemui di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Harianto

Dia menuturkan tumpukan kayu besar yang sebelumnya menutup lapangan dan lingkungan Ponpes itu berhasil disingkirkan melalui operasi intensif selama hampir 20 hari menggunakan puluhan alat berat yang dikerjakan siang malam.

Ia menyebutkan sekitar 30 unit alat berat, termasuk ekskavator penjepit dan buldoser, dikerahkan untuk memotong, mengangkat, menyusun, serta mengamankan kayu-kayu banjir ke lokasi penampungan sementara.

Proses pembersihan melibatkan banyak pihak, mulai dari Kementerian Pekerjaan Umum, BUMN konstruksi, Brimob Polri, TNI, hingga unsur pemerintah daerah.

Setelah kayu dan lumpur berhasil dibersihkan, seluruh ruang kelas di lingkungan pesantren kini dinyatakan steril dari endapan lumpur dan siap memasuki tahapan perbaikan sarana belajar.

"Jadi kelas-kelas itu semuanya lumpurnya diangkut, dibersihkan sama teman-teman dari Polri, TNI. Dan ada sekitar 30 alat berat yang dikerahkan ke wilayah khusus di dalam air lapangan yang banyak timbunan kayu, itu dipotong, dirapikan, disusun dan diamankan di salah satu tanah milik Haji Zakwan itu, pemilik pondok kita," bebernya.



Suasana kawasan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Harianto

Meski begitu, Mulkana menyebut area luar pondok masih membutuhkan penataan lanjutan, seperti perataan tanah, penimbunan kembali lapangan, serta perbaikan saluran agar aman dari banjir susulan.

Kemudian kayu hasil pembersihan sementara diamankan di lahan milik pesantren sambil menunggu izin resmi pemerintah daerah untuk dimanfaatkan atau dikelola sesuai ketentuan berlaku.

Menurutnya pascapembersihan besar-besaran ini, perhatian pemerintah pusat semakin menguat, ditandai kunjungan Kepala Staf Kepresidenan beserta tim untuk meninjau langsung kondisi pesantren.

Dalam kunjungan Kepala Staf Kepresidenan tersebut, menurut Mulkana, pemerintah memetakan kebutuhan rehabilitasi lanjutan, terutama pengadaan mobililer kelas, sarana asrama, MCK, serta fasilitas pendukung kegiatan belajar santri.

"Kemarin kan masih mapping juga, apa yang kami sampaikan masih secara umum, nanti pihak kementerianlah sama pihak pemerintah yang menggambarkan apa yang rasa mereka untuk dibantu duluan. Kalau kami bilang, kami itu butuhnya sarana belajar, sarana asrama," tegasnya.

Pondok Darul Mukhlisin saat ini menampung 205 santri tingkat SMP dan SMA serta didukung 52 dewan guru dan staf. Mulkana berharap seluruh fasilitas segera pulih agar kegiatan belajar dan asrama kembali aktif sebelum Ramadhan 2026.

Adapun kegiatan belajar mengajar di Pesantren Darul Mukhlisin telah kembali berjalan. Namun, para santri belum dapat tinggal di asrama dan masih harus pulang-pergi karena kondisi asrama putra dan putri belum memungkinkan untuk dihuni dan masih memerlukan rehabilitasi secara bertahap.

Baca juga: Pasien RSUD Aceh Tamiang senang layanan cepat meski tanggap darurat



Sejumlah alat berat di kawasan Pondok Pesantren Darul Mukhlisin di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/Harianto



Baca juga: HK minta warga bersabar untuk lewati jalan Simaninggir Tapteng

Baca juga: Petani manggis Tanah Datar mulai bangkit setelah terdampak bencana

Baca juga: Mendagri puji normalisasi sungai di Hutanabolon Tapanuli Tengah


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Preview Ligue 1: Marseille vs Lens, Ujian Berat Tuan Rumah di Vélodrome
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Indonesia Master 2026: Tuan Rumah Tersisa Alwi Farhan dan Raymond/Joaquin
• 7 jam lalugenpi.co
thumb
Trent Alexander-Arnold Diminta Pergi dari Real Madrid, Juventus Siap Tampung?
• 22 jam lalumerahputih.com
thumb
Bupati Mimika Tegaskan PT MAS Tidak Terlibat dalam Divestasi Saham Freeport, Fokus pada Bisnis Daerah
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Siklon Tropis Luana Terdeteksi, BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi 6 Meter
• 21 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.