Makassar, VIVA — Proses panjang identifikasi korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 akhirnya rampung. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri memastikan seluruh korban berhasil dikenali, termasuk satu bodypack berisi tulang, dan jenazah langsung diserahkan kepada keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Kapolda Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, Tim DVI bergerak cepat sejak menerima tujuh bodypack dari Tim SAR Gabungan pada Jumat siang. Proses identifikasi dilakukan tanpa henti hingga malam hari, bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.
”Tim DVI telah berhasil mengidentifikasi seluruh kru dan penumpang pesawat sebanyak 10 orang yang terdiri atas 7 kru pesawat dan 3 penumpang,” kata dia kepada wartawan, Sabtu, 24 Januari 2026.
Dalam proses identifikasi, tiga jenazah berhasil dikenali lebih awal. Mereka adalah Dede Maulana, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita. Sementara tujuh korban lainnya yakni Andy Dahananto (pilot), Farhan Gunawan (kopilot), Hariadi, Restu Adi P, Dwi Murdiono, Ferry, dan Yoga diidentifikasi pada tahap berikutnya.
Djuhandhani menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 11 bodypack yang diterima dari Tim SAR Gabungan. Dari jumlah tersebut, 10 bodypack berhasil diidentifikasi, sementara satu bodypack lainnya berisi bagian tulang.
”Jadi, kami sampaikan dari 11 bodypack yang dikirim (oleh Tim SAR Gabungan), 10 bodypack teridentifikasi,” tuturnya.
Meski tidak merinci metode identifikasi secara detail, ia memastikan bahwa seluruh jenazah korban masih dapat dikenali dengan baik, termasuk bagian tubuh yang ditemukan terpisah.
”Kemudian dari 1 bodypack lagi, yaitu berisi tulang, juga bisa dibuktikan itu adalah bagian tubuh dari salah satu korban yang 10,” kata dia.
Dengan rampungnya proses identifikasi tersebut, Tim DVI menuntaskan tugas sesuai data manifest penerbangan Pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang mencatat total 10 korban.
”Semua sudah bisa teridentifikasi oleh tim tadi malam. dengan upaya-upaya yang dilakukan bisa teridentifikasi dan identik semua dengan nama-nama korban yang masuk dalam manifest,” ucap Djuhandani.
Seluruh jenazah korban yang telah teridentifikasi kini telah diserahkan kepada masing-masing keluarga, menandai berakhirnya salah satu tahapan penting dalam penanganan tragedi penerbangan tersebut.





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5333133/original/094240200_1756595773-1000642805.jpg)