Viral Video LGBT di Klub Malam Cirebon, Pengamat Sosial: Ini Kota Wali, Mau Kualat?

republika.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Sebuah video yang menampilkan tindakan dua pria saling berciuman di sebuah klub malam di kawasan Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat memicu kecaman luas dari masyarakat. Pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, diminta segera bertindak.

Pengamat Sosial dan Pendidikan di Cirebon, Hera Damayanti salah satu pihak yang sangat marah melihat video tersebut. “Ini laki-laki dengan laki-laki, dilakukan di ruang publik, dipertontonkan, dan dibiarkan. Sebagai ibu dan pemerhati pendidikan, saya marah, kecewa, muak,” tukasnya, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga
  • Viral Video Pesta Ada Pasangan LGBT di Cirebon, Ini Respons Bupati Imron
  • Praktik LGBT Ada di Ruang Publik, Pemerhati Pendidikan Cirebon: Ini Kota Wali, Mau pada Kualat?
  • Heboh Video Pesta Ada Pasangan LGBT, Ini Langkah Kepolisian Cirebon
Hera menyatakan, dilihat dari sejarahnya, Cirebon memiliki nilai religius yang melekat kuat karena menjadi salah satu pusat penyebaran Islam di Tanah Jawa. Di Cirebon pun terdapat salah satu wali sanga, yakni Sunan Gunung Jati.

“Ini Kota Wali. Ada Sunan Gunung Jati. Jangan samakan dengan Las Vegas. Mau pada kualat atau bagaimana?” tukasnya. 

.rec-desc {padding: 7px !important;} Hera pun menyoroti lemahnya pengawasan dan pembiaran terhadap penyimpangan seperti dalam video tersebut. Ia meminta agar Bupati Cirebon, Imron, dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun tangan mengatasi kondisi tersebut.

Seorang tokoh masyarakat Kabupaten Cirebon sekaligus pengamat hukum, Qoribullah juga mengaku terkejut dan menyayangkan adanya dugaan pesta LGBT di tempat hiburan malam wilayah Kabupaten Cirebon tersebut. “Pemerintah Kabupaten Cirebon seharusnya peka, mengingat Cirebon dikenal sebagai kota wali dan kota spiritual,” katanya.

Selain pemerintah dan aparat penegak hukum, ia juga mengajak para tokoh agama, ulama, kiai, dan pimpinan pondok pesantren untuk tidak tinggal diam. Pasalnya, mereka pun memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan pemerintah demi menjaga nilai-nilai sosial dan kearifan lokal Cirebon.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Serangan Drone dan Rudal Rusia Hantam Kyiv, Sejumlah Bangunan Sipil Rusak
• 20 jam laludetik.com
thumb
Bertemu Zinedine Zidane, Prabowo Ungkap Rencana untuk Majukan Sepak Bola Indonesia
• 49 menit laluliputan6.com
thumb
5 Kalimat Diucap Pasangan yang Punya Trust Issue Menurut Psikolog Harvard
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bukan Jamur Maupun Tumbuhan, Ilmuwan Ungkap Misteri Organisme Raksasa Pertama di Daratan
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
2 Wakil Indonesia Berjuang di Final Indonesia Masters 2026, Catat Jadwalnya!
• 8 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.