JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya tanpa henti sejak Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026) melumpuhkan sebagian wilayah Ibu Kota.
Banjir yang merendam ratusan Rukun Tetangga (RT) dan puluhan ruas jalan utama ini merendam permukiman warga hingga melumpuhkan akses lalu lintas di titik-titik vital jalan arteri.
Gelombang peristiwa banjir ini dimulai pada Kamis (22/1/2026), di mana intensitas hujan tinggi memicu genangan air sejak dini hari di berbagai wilayah Jakarta.
Baca juga: Banjir di Pinang Griya Permai Surut, Tanggul Kali Angke yang Jebol Ditangani Sementara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat lonjakan titik banjir pada Kamis malam mencapai 132 RT dan 22 ruas jalan.
Salah satu titik vital yang lumpuh adalah Jalan Daan Mogot yang merupakan jalan arteri penghubung Jakarta-Tangerang dan menyebabkan kemacetan horor sejak pagi hingga tengah malam.
Di tengah situasi tersebut, sebuah peristiwa tragis terjadi di kawasan Jalan Latumeten, Grogol Petamburan. Seorang pengemudi mobil berinisial AR (51) ditemukan tewas di dalam kendaraannya yang terjebak macet akibat banjir pada Kamis siang.
AR dilaporkan meninggal dunia karena penyakit jantung yang dideritanya saat tengah terjebak dalam kemacetan akibat banjir selama berjam-jam.
Baca juga: Pramono Tambah 4 Pompa di Rawa Buaya agar Banjir Cepat Surut
Banjir Semakin ParahMemasuki Jumat (23/1/2026), kondisi banjir justru menjadi semakin parah akibat cuaca ekstrem level Awas yang melanda Jakarta.
Data BPBD pada Jumat siang mencatat rekor tertinggi jumlah wilayah terdampak selama tiga hari tersebut, yakni 143 RT dan 16 ruas jalan terendam banjir.
Jakarta Barat menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir dengan total 59 RT terdampak dan ketinggian air di Kelurahan Duri Kosambi dan Rawa Buaya mencapai 120 sentimeter (cm).
Jalan arteri Daan Mogot pun mengalami kelumpuhan total akibat ketinggian air yang mencapai 1 meter di kawasan Jembatan Gantung.
Baca juga: Tangsel Siagakan 145 Rumah Pompa, Antisipasi Banjir di Tengah Cuaca Ekstrem
Pada hari ketiga, Sabtu (24/1/2026), banjir mulai berangsur surut, meski masih menyisakan genangan dalam di beberapa titik.
Pada Sabtu pagi, tercatat 90 RT masih terendam, yang kemudian menurun menjadi 59 RT pada sore harinya.
Meski jumlah titik berkurang, ketinggian air sejumlah titik justru sangat ekstrem, seperti Kelurahan Cawang, Jakarta Timur yang mencapai 2,5 meter.
Adapun, tiga hari sejak peristiwa banjir melanda, tepatnya pada Sabtu malam, 46 RT dan satu ruas jalan yaitu Jalan Kembangan Raya masih terendam banjir dan belum juga surut.
Baca juga: Pramono Akan Normalisasi 3 Sungai di Jakarta untuk Cegah Banjir Berulang



