Longsor di Cisarua, Dedi Mulyadi Kritik Keras Lemahnya Pengawasan Pemkab Bandung Barat

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bandung Barat: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti lemahnya pengawasan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang dinilai menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Bencana tersebut mengakibatkan sembilan orang meninggal dalam hari pertama pencarian pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Menurut Dedi, persoalan utama bencana longsor tersebut bermula dari kesalahan tata ruang yang dibiarkan berlangsung dalam waktu lama tanpa pengawasan dan penindakan yang tegas dari pemerintah daerah.

"Kita sudah salah dari awal, tata ruangnya harus segera dibenahi. Daerah-daerah seperti ini tidak layak dijadikan permukiman," ujar Dedi saat meninjau lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu, 24 Januari 2026.

Dedi mengatakan, kawasan Pasirlangu yang berada di kaki Gunung Burangrang merupakan wilayah rawan bencana yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi permukiman padat penduduk. Namun, lemahnya pengawasan membuat pembangunan terus berlangsung tanpa mempertimbangkan aspek mitigasi bencana. Menanggapi pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Dedi menyebut praktik pembangunan di wilayah tersebut sudah lama tidak sesuai dengan aturan.

"Sudah lama tidak sesuai. Sudah lama membangun tidak berdasarkan mitigasi bencana. Sejak awal tata ruangnya sudah salah," tegas Dedi.
 

Baca Juga :

Pemprov Jabar Siapkan Kompensasi Rp25 Juta untuk Keluarga Korban Meninggal Longsor Pasirlangu


Dedi menuturkan, kejadian longsor ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat agar lebih tegas dalam menegakkan aturan tata ruang dan perizinan pembangunan, khususnya di wilayah rawan bencana.

Dedi juga meminta agar pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kawasan-kawasan rawan longsor, termasuk kemungkinan relokasi warga ke tempat yang lebih aman.


Lokasi longsor di Cisarua Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan

"Kalau tidak dibenahi dari sekarang, kejadian serupa akan terus berulang. Ini bukan hanya soal bencana alam, tapi juga soal kelalaian dalam tata kelola wilayah," pungkas Dedi.

Bencana longsor di Desa Pasirlangu menyebabkan sekitar 400 warga terdampak dan terpaksa mengungsi. Tim SAR gabungan juga masih mencari 81 warga yang dinyatakan hilang, serta berhasil mengevakuasi sembilan jenazah di lokasi longsor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Takalar Bentuk 99 Agen Perisai BPJS Ketenagakerjaan, Pertama di Sulsel
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Kalah Menyakitkan di Menit Akhir, Virgil van Dijk Kritik Keputusan Wasit saat Gol Terakhir ke Gawang Liverpool
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Penerbangan Terakhir Susul Alas Roban, Jadi Film Indonesia Kedua 2026 yang Tembus 200 Ribu Penonton 
• 22 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tito Karnavian Pastikan Pemulihan Sekolah Pascabencana di Tapanuli Tengah
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Antisipasi Cuaca Ekstrem, BNPB Lanjutkan Modifikasi Cuaca di Sumatera hingga Jawa
• 20 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.