MerahPutih.com - Sejumlah orang tewas akibat bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1) kemarin.
Bencana ini dipicu adanya cuaca ekstrem yang membuat pergerakan tanah di perbukitan hingga memicu longsor.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah menerima total 10 kantong jenazah dari lokasi bencana.
Berdasarkan jumlah tersebut, enam korban longsor Cisarua Bandung Barat berhasil diidentifikasi
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, dari 10 kantong jenazah yang diterima, enam di antaranya telah berhasil diidentifikasi.
Baca juga:
Longsor Bandung Barat: 82 Orang Masih Dicari, Gubernur Jabar Putuskan Relokasi Warga
Enam kantong tersebut terdiri dari lima jenazah utuh dan satu kantong berisi bagian tubuh korban.
Sementara itu, empat kantong jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan. Tim DVI memastikan bahwa setiap tahapan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan identitas korban.
Saat menangani korban bencana alam seperti longsor, tim DVI tidak bekerja secara sembarangan. Ada beberapa metode utama yang digunakan untuk memastikan keakuratan data korban.
Langkah pertama yang dilakukan adalah pemeriksaan medis dan forensik. Tim dokter forensik melakukan analisis kondisi jenazah, mulai dari ciri fisik, struktur gigi, hingga tanda-tanda khusus yang dapat membantu proses identifikasi.
Baca juga:
Hampir Semua Rumah 2 Kampung Tertimbun Longsor Cisarua: 8 Jasad Ditemukan 82 Orang Hilang
Pemeriksaan ini menjadi sangat penting, terutama pada jenazah yang kondisinya tidak utuh akibat tertimbun material longsor seperti tanah, batu, dan kayu.
Selain pemeriksaan fisik, tim DVI juga memanfaatkan teknologi pendukung seperti pencocokan data ante mortem. Data ini meliputi rekam medis, foto, hingga keterangan dari pihak keluarga korban.
Kombinasi antara data forensik dan informasi dari keluarga menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa identitas yang diumumkan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Setelah melalui proses yang ketat dan menyeluruh, Tim DVI Polda Jawa Barat akhirnya mengumumkan identitas enam korban longsor Cisarua Bandung Barat yang berhasil diidentifikasi.
Baca juga:
DPR Desak Pemerintah Peduli Terkait Isu Perubahan Iklim Buat Kurangi Bencana
Daftar Korban Longsor Cisarua yang Berhasil Diidentifikasi1. Suryana, laki-laki, usia 57 tahun
2. Jajang Tarta, laki-laki, usia 35 tahun
3. Dadang Apung, laki-laki, usia 60 tahun
4. Nining, perempuan, usia 40 tahun
5. Nurhayati, perempuan, usia 42 tahun
6. M. Kori, laki-laki, usia 30 tahun
Identifikasi ini menjadi langkah penting agar jenazah dapat segera diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai dengan adat dan keyakinan masing-masing.
Meski enam korban telah teridentifikasi, proses belum sepenuhnya selesai. Hingga saat ini, masih terdapat tiga jenazah utuh dan satu bagian tubuh yang belum diketahui identitasnya.
Tim DVI terus bekerja dengan penuh kehati-hatian untuk memastikan bahwa seluruh korban dapat dikenali.
Polda Jawa Barat juga mengimbau keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor dan memberikan data pendukung guna mempercepat proses identifikasi. (knu)


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482958/original/015052300_1769309027-Tiba_di_Stadion_GBK__Gelora_Bumi_Kartini______EwakoPSM__PSMMakassar__PSMDAY__PERSIJAPvPSM__BRISup.webp)


