Konsumsi Ikan Sapu-sapu Tak Langsung Menyebabkan Sakit, Risiko Muncul Perlahan

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsumsi ikan sapu-sapu dari perairan tercemar tidak selalu menimbulkan gejala sakit secara instan.

Justru, bahaya terbesar dari ikan ini sering kali muncul secara perlahan dan tidak disadari, seiring paparan zat berbahaya yang terakumulasi di dalam tubuh manusia.

Pakar penyakit dalam Universitas Indonesia (UI), Ari Fahrial Syam menjelaskan bahwa dampak kesehatan akibat konsumsi ikan dari perairan tercemar, termasuk ikan sapu-sapu, umumnya terjadi dalam dua fase.

“Pada jangka pendek tentu pasien akan muntah-muntah setelah mengonsumsi ikan yang sudah tercemar tersebut,” kata Ari saat dihubungi Kompas.com, Jumat (23/1/2026).

Baca juga: Kulit Ikan Sapu-sapu Bisa Dimanfaatkan Jadi Pupuk, Alternatif Aman dari Sungai Tercemar

Namun, Ari menegaskan bahwa dampak yang lebih berbahaya justru bukan yang langsung dirasakan, melainkan yang muncul dalam jangka panjang.

“Dalam jangka panjang tentu bisa menyebabkan kerusakan ginjal maupun liver pada pasien tersebut,” ujar Ari.

Menurut Ari, tidak sedikit masyarakat yang beranggapan bahwa selama tidak mengalami gejala akut setelah mengonsumsi makanan, maka makanan tersebut aman.

Padahal, dalam konteks ikan dari perairan tercemar, asumsi tersebut keliru.

Paparan zat berbahaya dari ikan tercemar, terutama logam berat, dapat terakumulasi sedikit demi sedikit di dalam tubuh. Proses ini berlangsung perlahan, tanpa menimbulkan keluhan yang jelas pada tahap awal.

Baca juga: Ciri Siomay Ikan Sapu-sapu, Warna Lebih Gelap dan Bau Lebih Amis

Ikan dari Perairan Tercemar

Ari menjelaskan bahwa bahaya utama ikan sapu-sapu bukan terletak pada jenis ikannya, melainkan pada lingkungan tempat ikan tersebut hidup.

“Pertama tentu tunggu berbahaya jika ikan itu tercemar dengan berbagai macam bakteri, kemudian juga kuman, dan juga biasanya logam, logam berat yang ada pada ikan tersebut,” ujar Ari.

Ikan sapu-sapu diketahui hidup di sungai-sungai perkotaan dengan tingkat pencemaran tinggi. Sungai-sungai ini menerima limbah rumah tangga, industri, serta berbagai polutan lain yang mengendap di dasar perairan.

Baca juga: Dokter Ungkap Bahayanya Konsumsi Ikan Sapu-sapu dari Sungai Tercemar

Sebagai ikan dasar, ikan sapu-sapu mengonsumsi alga dan material organik yang menempel di permukaan sungai.

Dalam proses tersebut, berbagai zat berbahaya ikut masuk dan terakumulasi di dalam tubuh ikan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Ari, proses pemasakan tidak serta-merta menghilangkan risiko tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pertanyaan Berbobot yang Diajukan Orang Benar-Benar Cerdas saat Obrolan Basa-Basi
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Sejumlah Wilayah di Kota Bekasi 'Kebanjiran', Dinas Sosial Gercep Salurkan Bantuan 
• 4 jam lalurealita.co
thumb
Wapres Gibran Pantau Langsung Pencarian Korban Longsor di Bandung Barat
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Penyebab Kematian Selebgram Lula Lahfah Masih Jadi Misteri, Pihak Keluarga Tegas Tolak Autopsi 
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Reza Arap Peluk Ayah Lula Lahfah Saat Pemakaman
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.