Pendapatan Premi Asuransi di Wilker OJK Malang Tembus Rp1,6 Triliun

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MALANG — Akumulasi pendapatan premi sektor asuransi selama periode Januari sampai dengan November 2025 mencapai Rp1.688 miliar, atau menurun 14,15% dari periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kepala Kantor OJK Malang, Farid Faletehan, mengatakan untuk klaim asuransi tercatat sebesar Rp1.378 miliar, menurun 5,56% secara year-on-year (yoy).

"Menurunnya pendapatan premi diduga terkait masalah trust. Dengan nanti dijaminnya premi asuransi oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), saya optimistis trust akan naik dan penerimaan premi juga akan meningkat," kata Farid Faletehan, Minggu (25/1/2026).

Kondisi ini, kata dia, berhubungan dengan pendapatan masyarakat. Dengan asumsi pendapatan yang tidak naik, apalagi menurun, maka mereka membelanjakan dananya secara selektif dan kepesertaan asuransi akhirnya ditunda.

Untuk dana pensiun tercatat mengalami peningkatan aset sebesar 5,53% (yoy), dengan nilai aset sebesar Rp237,59 miliar per November 2025, namun di sisi lain mencatat peningkatan investasi sebesar 3,42% (yoy) menjadi Rp216,24 miliar.

Di sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, piutang pembiayaan menurun 2,55% (yoy) dari Rp7.265 miliar menjadi Rp7.080 miliar sampai dengan akhir Oktober 2025.

Baca Juga

  • OJK: Tren Penurunan Jumlah ATM Kemungkinan Terus Berlanjut
  • Posisi Dirut Bank Sumsel Babel Kosong, Calon Tak Lolos Seleksi OJK
  • Bos OJK Respons Langkah Bareskrim Geledah Kantor Dana Syariah Indonesia (DSI)

Rasio Non-Performing Loan (NPF) masih terjaga di level 3,27% meskipun mengalami peningkatan 0,09%. Penyaluran piutang pembiayaan tersebut mayoritas untuk Pembiayaan Multi Guna (Rp4,50 triliun; porsi: 63,60%), Pembiayaan Investasi (Rp1,50 triliun; porsi: 21,23%), serta Pembiayaan Modal Kerja (Rp673,62 miliar; porsi: 9,51%). 

Penyaluran piutang pembiayaan di wilayah kerja OJK Malang masih didominasi sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (Rp1,61 triliun; porsi 22,74%); Aktivitas Jasa Lainnya (Rp891,96 miliar; porsi: 12,60%); serta Industri Pengolahan (Rp843,70 miliar; porsi 11,92%).

Pembiayaan modal ventura pada Oktober 2025 tumbuh 21,06% (yoy), dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp430 miliar. Risiko kredit terjaga dengan NPF sebesar 2,48% atau turun 0,31% (yoy).

Pinjaman yang Diberikan oleh Lembaga Keuangan Mikro di wilayah kerja OJK Malang tumbuh 8,85% (yoy) dari Rp10,53 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp11,46 miliar per 31 Desember 2025.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga juga tumbuh double-digit sebesar 10,11% (yoy) dari Rp7,54 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp8,31 miliar per 31 Desember 2025.

"OJK terus mendorong optimalisasi peran serta peningkatan kinerja industri Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP), dengan tetap memperkuat ketahanan sektor PPDP dalam menghadapi dinamika perekonomian global dan domestik," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wakapolda Sumbar Resmikan Huntara bagi Korban Bencana di Padang Pariaman
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Persebaya Unggul 1-0 Atas PSIM pada Babak Pertama
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tanamkan Cinta Alam Sejak Dini, Polres Dumai Ajak Anak TK Tur Agro Eduwisata
• 18 jam laludetik.com
thumb
Penyintas bencana mulai tempati huntara di Kayu Pasak Palembayan Agam
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Kemendikdasmen Perluas Akses Pendidikan Tekan Anak Tidak Sekolah
• 8 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.