Badai Matahari Picu Gangguan Magnetik Bumi, Begini Dampaknya di Indonesia

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya badai geomagnetik dengan intensitas cukup kuat pada dini hari 20 Januari 2026. Fenomena alam ini terjadi secara global dan dipicu oleh aktivitas Matahari.

Mengutip unggahan resmi Instagram Bidang Geofisika Potensial BMKG, badai geomagnetik sering disebut badai matahari, merupakan gangguan sementara pada magnetosfer Bumi. Gangguan ini terjadi akibat interaksi antara medan magnet Bumi dan angin Matahari, yang dipicu oleh lontaran massa korona setelah terjadinya ledakan Matahari berkategori moderat.
 

Baca Juga :

Perkembangan Terkini Jatuhnya Pesawat ATR 42-500-Kabar Daerah


Berdasarkan data National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), intensitas badai geomagnetik kali ini mencapai level G4 atau kategori Severe. Pada skala global, kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak serius, seperti gangguan sistem kelistrikan, operasi satelit, navigasi, komunikasi, hingga munculnya fenomena visual tertentu di wilayah lintang tinggi.

“Secara global, peringatan badai geomagnetik mencapai level G4,” ujar Syirojudin, dikutip dari Antara, Minggu, 25 Januari 2025 Dampak di Indonesia Relatif Terbatas BMKG mencatat sejumlah stasiun pemantauan magnet di Indonesia merekam Indeks A maksimum sebesar 63. Angka tersebut menunjukkan bahwa badai geomagnetik dengan skala kuat hingga berat memang terdeteksi di wilayah Indonesia.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa dampak yang dirasakan di Tanah Air relatif terbatas. Hal ini disebabkan oleh posisi geografis Indonesia yang berada di wilayah lintang rendah atau sekitar garis khatulistiwa, sehingga tidak mengalami efek dominan seperti yang terjadi di kawasan kutub.

“Dampak fisik di wilayah Indonesia relatif lebih rendah karena posisi geografis Indonesia berada di lintang rendah,” ujar Syirojudin.

BMKG juga mengingatkan bahwa badai matahari bukanlah fenomena langka dan dapat terjadi beberapa kali dalam rentang belasan tahun. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, mengingat badai geomagnetik merupakan bagian dari dinamika alam yang normal.

(Adrian Bachtiar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tiga ASN KKP yang Gugur dalam Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Diberi Kenaikan Pangkat Anumerta
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Kondisi Terbaru Menteri KKP Trenggono Usai Sempat Pingsan di Momen Pemakaman Korban Pesawat ATR 42-500
• 5 jam laludisway.id
thumb
279 Warga Cisarua Mengungsi Usai Longsor, Bertahan di Kantor Desa Pasirlangu
• 9 jam laludetik.com
thumb
Trump Ancam Kenakan Tarif 100 Persen ke Kanada
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Polisi Bongkar Jaringan Pengoplosan Gas LPG Subsidi di Semarang Beromzet Miliaran
• 17 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.