Fajar.co.id, Jakarta — Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Barat mendapat dukungan legislatif. Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulbar, Sutikno, bersama Ketua Ikatan Guru Matematika Pusat, Chandra Sriubayanti, serta Master Trainer Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) Ditta Puti Sarasvati, menggelar diskusi dengan anggota DPR RI, H. Muhammad Zulfikar Suhardi, di ruang kerjanya.
Pertemuan tersebut membahas strategi penguatan kompetensi pedagogis numerasi di tingkat sekolah dasar. Fokus utama diskusi adalah menggeser pola pembelajaran matematika yang selama ini cenderung berbasis drill menjadi pembelajaran yang lebih bernalar, kontekstual, sederhana dan mendasar.
Konsep yang dikembangkan Gernas Tastaka ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pemahaman konsep anak Indonesia memahami matematika.
Ketua IGI Sulbar, Sutikno, menegaskan keyakinannya terhadap potensi siswa di daerahnya. “Anak-anak Sulbar adalah anak yang cerdas dan potensial. Saya berkeyakinan metode Gernas Tastaka ini akan mudah dipahami,” ujarnya, melalui keterangan tertulis kepada fajar.co.id, Minggu (25/1/2026).
Senada dengan itu, Chandra Sriubayanti menekankan pentingnya penanaman konsep dasar matematika sejak dini. “Kemampuan numerasi diawali dengan penanaman konsep. Kesalahan di tahap awal bisa berakibat fatal terhadap kemampuan murid di tingkat selanjutnya,” jelasnya.
Puti Sarasvati, yang sejak 2018 meneliti pedagogik numerasi dasar dan bekerja sama dengan sejumlah perusahaan termasuk PT Bukit Asam, menambahkan bahwa Gernas Tastaka memiliki landasan riset kuat untuk mendukung guru dalam mengembangkan pembelajaran numerasi.
Setelah mendalami diskusi, anggota DPR RI Zulfikar menyatakan komitmennya untuk mengawal program tersebut. “Meskipun saya berada di Komisi IV, bagi saya pendidikan adalah tanggung jawab sekaligus panggilan hati. Saya meminta Ketua IGI Sulbar agar program ini segera dikawal dari segi teknis, dan saya siap membackup demi terwujudnya pendidikan berkualitas bagi anak-anak Sulbar,” tegasnya.
Dengan dukungan legislatif dan kolaborasi para pakar pendidikan, program Gerakan Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) diharapkan mampu memperkuat kompetensi numerasi dasar siswa Sulbar. Langkah ini menjadi bagian nyata menuju pendidikan yang lebih bermakna dan berkualitas bagi generasi muda di Sulbar. (rls-sam/fajar)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/3919039/original/063405900_1643535250-023075600_1532022456-IMG_20180719_224813.jpg)
