REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Kepala Badan Nasional Penangggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat dilakukan secara menyeluruh. Penanganan dilakukan dari mulai pencarian korban yang masih belum ditemukan, memastikan korban yang mengungsi mendapatkan bantuan secara logistik maupun psikis, hingga penanganan pascabencana.
"Pemerintah pusat melalui BNPB memastikan seluruh masyarakat terdampak, baik korban langsung maupun warga yang kehilangan anggota keluarga, sanak saudara, tempat tinggal, dan mata pencaharian, akan ditangani secara menyeluruh," kata Suharyanto di Posko Desa Pasirlangu, Ahad (25/1/2026).
Baca Juga
Menko PMK Ungkap Lima Kluster Penanganan Longsor di Bandung Barat
Tim SAR Kerahkan 250 Personel Cari 80 Orang yang Masih Hilang di Lokasi Longsor Bandunf Barat
Wapres Gibran Pantau Langsung Pencarian Korban Longsor di Bandung Barat
Pada tahap pascabencana, pemerintah sudah menyiapkan skema penanganan bagi warga yang saat ini berada di lokasi pengungsian sementara. Terdapat dua opsi yang disiapkan, yakni pembangunan hunian sementara (huntara) atau penempatan warga di rumah kerabatnya.
"Sebagaimana yang telah diterapkan pada penanganan bencana di daerah lain, termasuk yang saat ini masih berlangsung di Sumatera," ucap Suharyanto.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Selain itu, pemerintah menyiapkan skema relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. Relokasi dapat dilakukan secara terpusat maupun mandiri. Pihaknya menginstruksikan Pemkab Bandung Barat untuk mencari lahan untuk relokasi rumah warga terdampak bencana longsor itu.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)