Pantau - Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch 3 dari Puskesmas Lapang memperkuat layanan kesehatan pascabencana banjir di Desa Kuala Cangkoi, Aceh Utara, selama periode 18 hingga 31 Januari 2026.
Edukasi dan Layanan Kesehatan Dioptimalkan di Dua Titik PoskoLayanan yang diberikan meliputi pelayanan kesehatan dasar, imunisasi campak-rubella (MR), dukungan psikososial, serta edukasi kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), cuci tangan yang benar, dan pentingnya imunisasi.
Aktivitas lapangan dilakukan di dua titik, yaitu posko pesisir pantai tempat warga mengungsi akibat rumah rusak, dan Meunasah desa.
Tim TCK dibagi menjadi dua, dengan tiga relawan fokus pada edukasi dan imunisasi anak-anak, sedangkan dua relawan lainnya melayani pemeriksaan kesehatan serta dukungan psikososial bagi orang dewasa dan lansia.
Anak-anak diajak bernyanyi, menonton video edukatif, serta mengikuti simulasi sebelum diberikan imunisasi.
Capaian kegiatan mencatat 30 anak menerima imunisasi MR, dan 68 penyintas mendapat layanan pemeriksaan kesehatan.
Bagian dari Komitmen Nasional Tangani Dampak BencanaPetugas lapangan dr. Ainun menjelaskan pembagian tugas tim untuk memastikan layanan berjalan efektif, sementara dr. Andi menekankan pentingnya edukasi guna meredakan kekhawatiran masyarakat terkait KIPI (kejadian ikutan pasca-imunisasi).
Kepala Puskesmas Lapang, Mastuti, mengapresiasi kontribusi Tim TCK yang dinilai mampu memperkuat layanan di posko maupun secara mobile.
Program TCK Batch 3 sendiri merupakan bagian dari program nasional Kementerian Kesehatan, dengan total 527 relawan diterjunkan ke sembilan kabupaten/kota prioritas di Aceh, termasuk Aceh Utara.
Program ini berada di bawah koordinasi Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam merespons cepat bencana hidrometeorologi, khususnya dalam pemulihan layanan kesehatan dan dukungan psikososial di daerah terdampak.



