Liputan6.com, Jakarta - Penumpang pesawat ATR yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan ditemukan seluruhnya nyaris sepekan insiden terjadi. Proses evakuasi pun sudah rampung dilakukan.
Jenazah para korban sudah diterbangkan ke tempat tinggal dan kampung halamannya masing-masing. Termasuk jenazah Kapten Andy Dahanto, pilot pesawat ATR 42-500. Jenazah Andti tiba di rumah duka di Tangerang pada Minggu (25/1/2026).
Advertisement
Sebelumnya, jenazah Kapten Andy bersama 2 jenazah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilepas dan diserahkan kepada keluarga terlebih dulu oleh Menteri KKP di Auditorium Politeknik AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Barulah sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah tiba di rumah duka. Dalam rombongan tersebut juga terdapat istri dan anak-anak korban mengikuti. Peti jenazah almarhum Andi masih terbungkus bendera Merah Putih saat diturunkan ke rumah duka.
Pihak keluarga mengaku, jenazah hanya sebentar disemayamkan di rumah duka. Hal ini untuk memberi kesempatan kepada kerabat dan para tetangga, untuk mengucapkan bela sungkawa secara langsung.
"Tidak lebih dari 15 menit, setelah ini akan disolatkan di Masjid Al Ijtihad," ungkap pihak keluarga yang memberikan pengumuman secara langsung di rumah duka.


