Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump mengaku tak paham kenapa masyarakat mengecam penembakan oleh agen federal di Minneapolis — insiden kedua bulan ini — dan menilai polisi setempat seharusnya melindungi penegak hukum.
Sebelumnya, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menyatakan seorang petugas patroli perbatasan di Minneapolis melepaskan tembakan karena khawatir dengan keselamatannya.
Menurut DHS, aparat imigrasi (ICE) tengah melakukan penggerebekan terhadap imigran ilegal ketika seorang pria mendekati mereka sambil membawa senjata api.
Karena tidak mampu melucuti senjata dari pria tersebut, mereka akhirnya terpaksa melepaskan tembakan, menurut departemen itu.
"Itu senjata milik pelaku, berisi peluru (dengan dua magasin lain yang masih penuh!). Ada apa sebenarnya? Di mana polisi setempat? Kenapa mereka tidak boleh melindungi petugas ICE?" kata Trump di Truth Social pada Sabtu (24/1).
Trump menuding Minnesota menutupi pencurian miliaran dolar dari anggaran negara serta menuduh para pemimpin negara bagian itu dan Kota Minneapolis telah menyerukan pemberontakan lewat retorika yang berbahaya.
Sebelumnya dilaporkan, kendaraan berat dikerahkan ke sebuah jalan di Minneapolis, tempat seorang pria bersenjata tewas ditembak oleh aparat dalam operasi penggerebekan anti-imigran.
Insiden tersebut menyusul peristiwa serupa pada awal Januari ketika seorang petugas imigrasi menembak seorang pengunjuk rasa di Minneapolis yang menolak keluar dari mobilnya. Petugas tersebut meyakini perempuan itu berusaha menabrak aparat.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Pentagon siapkan 1.500 tentara divisi elit untuk unjuk rasa Minnesota
Baca juga: Angka kematian di tahanan ICE AS capai level tertinggi dalam 20 tahun
Sebelumnya, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menyatakan seorang petugas patroli perbatasan di Minneapolis melepaskan tembakan karena khawatir dengan keselamatannya.
Menurut DHS, aparat imigrasi (ICE) tengah melakukan penggerebekan terhadap imigran ilegal ketika seorang pria mendekati mereka sambil membawa senjata api.
Karena tidak mampu melucuti senjata dari pria tersebut, mereka akhirnya terpaksa melepaskan tembakan, menurut departemen itu.
"Itu senjata milik pelaku, berisi peluru (dengan dua magasin lain yang masih penuh!). Ada apa sebenarnya? Di mana polisi setempat? Kenapa mereka tidak boleh melindungi petugas ICE?" kata Trump di Truth Social pada Sabtu (24/1).
Trump menuding Minnesota menutupi pencurian miliaran dolar dari anggaran negara serta menuduh para pemimpin negara bagian itu dan Kota Minneapolis telah menyerukan pemberontakan lewat retorika yang berbahaya.
Sebelumnya dilaporkan, kendaraan berat dikerahkan ke sebuah jalan di Minneapolis, tempat seorang pria bersenjata tewas ditembak oleh aparat dalam operasi penggerebekan anti-imigran.
Insiden tersebut menyusul peristiwa serupa pada awal Januari ketika seorang petugas imigrasi menembak seorang pengunjuk rasa di Minneapolis yang menolak keluar dari mobilnya. Petugas tersebut meyakini perempuan itu berusaha menabrak aparat.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Pentagon siapkan 1.500 tentara divisi elit untuk unjuk rasa Minnesota
Baca juga: Angka kematian di tahanan ICE AS capai level tertinggi dalam 20 tahun



