jpnn.com, SUKABUMI - Klinik Waluya Sejati Abadi di Jalan Tipar Gede, Kota Sukabumi, resmi beroperasi kembali pada Minggu (25/1) setelah vakum selama 15 tahun. Peresmian ulang ini bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan.
Fasilitas kesehatan ini sebelumnya dikenal sebagai Rumah Sakit Pelita Rakyat (RSPR) yang diresmikan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada 2011, namun terpaksa berhenti beroperasi pada 2015 akibat kendala perizinan. Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan sekaligus inisiator klinik, dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, AAK, mengenang perjuangan panjang menghidupkan kembali klinik tersebut.
BACA JUGA: PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana, Berbagi Pengharapan dan Sukacita
"Saya menangis kepada Mbak Mega, saya bilang, 'Mbak kok lucu ya, mau berbuat baik sama rakyat saja kok susah. Kan tidak diminta uang,'" ujar dr. Ribka. Ia lalu menirukan jawaban Megawati, "'Neng, kamu lihat cucumu belajar berjalan. Pasti langkah pertama itu dia akan terjatuh dan terluka. Tapi kalau cucumu tidak ada keberanian melangkah pertama, tidak akan ada seribu langkah berikutnya.'"
Klinik ini kini melayani dengan tarif terjangkau, yaitu Rp25.000 untuk berobat jalan dan Rp50.000 untuk persalinan hingga pulang. "Kalau dia tidak punya uang, yang bayar DPC PDI Perjuangan. Di sini semua dilayani dengan senyum tanpa diskriminasi," tegas dr. Ribka.
BACA JUGA: Kemenhaj Diminta Mitigasi Dampak Geopolitik Terhadap Penyelenggaraan Haji 2026
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan kehadiran klinik ini adalah wujud nyata dari tema HUT partai, 'Satyam Eva Jayate' atau Kebenaran Pasti Menang. Ia menyatakan kemanusiaan harus di atas kalkulasi politik.
"Gerak kemanusiaan itu muncul dari hati nurani yang paling bening. Ketika untuk gerak kemanusiaan saja ada yang menghambat, maka mereka tidak memahami makna hakiki dari kemanusiaan tersebut. Selama rakyat menderita, suara kemanusiaan kita berbicara jauh di atas kalkulasi hitung-hitungan urusan elektoral politik," kata Hasto.
BACA JUGA: Harmoni My Way dan Doa Warnai HUT ke-79 Megawati di Istana Batu Tulis
Ia menambahkan, "Di klinik ini, rakyat tidak ditanya berapa kekayaanmu, tetapi rakyat ditanya apa penyakitmu."
Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah tokoh, antara lain Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono, Sekretaris DPC Kota Sukabumi Rojab Asyari, Ketua DPC Kota Sukabumi Iwan Adhar Ridwan, dan Ketua DPC Kabupaten Sukabumi Paoji Nurjaman. Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, juga hadir dan mengumumkan komitmennya.
"Wali kota yang sekarang berkomitmen untuk menyelesaikan hak-hak dasar masyarakat Kota Sukabumi, dan itu sejalan juga dengan PDI Perjuangan," ujar Ayep Zaki.
Ia juga menyatakan telah menghapus seluruh retribusi kesehatan di Puskesmas dan Klinik per 1 Januari 2026.
Operasional klinik dipercayakan kepada dr. Runtun sebagai direktur. Klinik yang menyediakan 20 tempat tidur rawat inap ini diharapkan dapat terus melayani kebutuhan kesehatan masyarakat Sukabumi. (tan/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Megawati Peringati HUT ke-79 Secara Sederhana di Istana Batu Tulis Bogor
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga



