tvOnenews.com — Dokter sekaligus pendakwah kesehatan dr. Zaidul Akbar menekankan pentingnya menjaga kestabilan emosi bagi perempuan yang sedang menjalani masa kehamilan.
Menurutnya, kondisi psikologis ibu hamil memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak yang dikandungnya.
Dalam penjelasannya, dr. Zaidul Akbar menyebutkan bahwa ibu hamil sebaiknya menghindari emosi negatif yang berlebihan, seperti kesedihan mendalam, kecurigaan berlebihan, kemarahan yang sering muncul, hingga kebiasaan mengeluh.
“Dalam pembahasan tentang kehamilan, kondisi emosi ibu itu perlu banget dijaga supaya stabil. Tidak boleh sedih berlebihan, tidak boleh sering marah, tidak boleh sering ngomel,” ujar dr. Zaidul Akbar, dikutip dari kanal Youtube resminya, Minggu (25/1/2026).
- Freepik/partystock
Ia menjelaskan, apa yang dirasakan oleh ibu selama masa kehamilan dapat terekam dan memengaruhi kondisi genetik anak.
Dr. Zaidul mengibaratkan genetik seperti rekaman yang mencetak apa saja yang dialami dan dirasakan oleh sang ibu.
“Genetik kita ini hasil cetakan dari apa yang dirasakan oleh ibunya. Kalau ibu hamil menyimpan kebencian terus-menerus, itu bisa terekam dan anaknya nanti lahir membawa genetik kebencian,” jelasnya.
Tak hanya kebencian, dr. Zaidul juga menyoroti perasaan tidak percaya diri yang dialami ibu selama hamil. Menurutnya, emosi tersebut berpotensi membentuk karakter anak di kemudian hari.
“Kalau ibunya merasa tidak percaya diri, merasa minder terus, itu juga terekam. Anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dr. Zaidul Akbar mengajak para ibu untuk memperbanyak doa, termasuk memohon ampun atas kekurangan dan kelemahan yang mungkin diwariskan dari generasi sebelumnya.
Ia menilai, rekam jejak emosi dan pengalaman leluhur bisa saja memengaruhi kondisi genetik seseorang, sehingga menjadi tugas generasi saat ini untuk memperbaikinya.
“Makanya masukkan dalam doa-doa kita, mohon ampun untuk semua kekurangan dan kelemahan dari leluhur kita. Tugas kita ke depan adalah membenahi dan memperbaiki,” tutup dr. Zaidul Akbar.


