JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan Dinas Bina Marga agar lantai Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) diganti menggunakan bahan kayu pres atau wooden press.
Pasalnya lantai JPO di Jakarta yang berbahan pelat besi memiliki nilai ekonomi sehingga kerap hilang dipreteli maling.
Akibatnya lantai JPO menjadi bolong-bolong sehingga dapat membahayakan keselamatan penggunanya.
BACA JUGA:Titik Lokasi Banjir di Jakarta Hari Ini, Pramono Pastikan Tersisa di Kampung Melayu
“Saya sudah minta kepada Dinas Bina Marga semua JPO yang baru menggunakan wooden press yang nggak bisa lagi untuk diambil atau dicuri,” kata Pramono di Jakarta Utara pada Minggu, 25 Januari 2026.
Selain bebas karat, bahan kayu pres juga diyakini Pramono lebih aman dari aksi pencurian.
Pramono pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum yang ada di Jakarta.
BACA JUGA:Saat Pramono Angkat Bicara soal Konser BTS World Tour 2026-2027, Ingin Digelar di Stadion JIS
"Ini untuk kepentingan publik, bukan untuk urusan orang per orang. Sehingga dengan demikian saya mengimbau mudah-mudahan kasus ini tidak terulang kembali,” seru Pramono.
Adapun insiden hilangnya lempengan besi baik di JPO maupun halte bus telah terjadi beberapa kali di Jakarta.
Kasus pelat besi hilang dicuri maling yang menyita perhatian publik salah satunya di JPO kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.
BACA JUGA:TMA Pintu Air Cengkareng Drain Sudah Turun, Pramono Targetkan Banjir di Jakbar Cepat Surut
Dalam rekaman video viral pada April 2025, tampak beberapa lempengan besi lantai JPO raib dicuri maling.
Diketahui lempengan besi JPO di kawasan Daan Mogot tersebut sudah 4 kali dicuri.
Selain di Daan Mogot, kasus hilangnya pelat besi juga terjadi di JPO dan halte Transjakarta di kawasan Tipar Cakung, Jakarta Timur.
- 1
- 2
- »



