Jakarta (ANTARA) - Emosi ganda putri Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan campur aduk setelah menjuarai Indonesia Masters 2026 tanpa bertanding dalam final.
Pearly/Thinaah menjuarai turnamen ini setelah pasangan Jepang Arisa Igarashi/Miyu Takahashi mundur karena Takahashi sakit dan tidak memungkinkan tampil dalam laga puncak di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu.
“Rasanya campur aduk. Bukan kemenangan seperti ini yang kami inginkan. Kami sebenarnya ingin bertanding melawan mereka. Semoga nanti kami bisa bertemu lagi,” kata Pearly.
Thinaah mengungkapkan informasi mundurnya pasangan Jepang baru mereka terima menjelang final. Arisa bahkan mendatangi mereka langsung untuk menyampaikan kondisi pasangannya.
“Tadi Arisa datang ke kami dan bilang kalau partnernya tidak enak badan, jadi mereka tidak bisa bermain hari ini,” ujar Thinaah.
Thinaah merasa mereka tidak sepenuhnya puas meski menaiki podium juara.
Baca juga: Sukses Chen Yu Fei di Indonesia Masters tegaskan kuatnya pemain muda
“Ketika mendengar kabar lawan mundur, kami juga tidak senang. Kami sebenarnya ingin bertanding. Arisa dan Miyu adalah ganda putri yang bagus, sangat disayangkan mereka tidak bisa tampil hari ini,” kata Thinaah.
Trofi ini menjadi pencapaian penting Pearly/Thinaah setelah pada final Indonesia Masters sebelumnya harus puas sebagai runner-up setelah dikalahkan pasangan Korea Selatan Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong dengan 12-21, 21-17, 18-21.
Setelah seremoni penyerahan hadiah, Pearly/Thinaah akan langsung kembali ke Malaysia pada Minggu malam hari nanti.
“Setelah ini kami ingin beristirahat, makan yang sehat, dan mempersiapkan diri untuk perjalanan pulang,” kata Thinaah.
Malaysia merebut tiga trofi dari Indonesia Masters 2026, setelah juga menjuarai ganda campuran setelah Chen Tang Jie/Toh Ee Wei mengalahkan Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark) dengan skor 15-21, 21-17, 21-11.
Kemudian, ganda putra Nur Izzuddin/Goh Sze Fei tang mengalahkan pasangan muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dengan 21-19, 21-13.
Baca juga: Ganda putri Jepang mundur, Pearly/Thinaah juara Indonesia Masters
Pearly/Thinaah menjuarai turnamen ini setelah pasangan Jepang Arisa Igarashi/Miyu Takahashi mundur karena Takahashi sakit dan tidak memungkinkan tampil dalam laga puncak di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu.
“Rasanya campur aduk. Bukan kemenangan seperti ini yang kami inginkan. Kami sebenarnya ingin bertanding melawan mereka. Semoga nanti kami bisa bertemu lagi,” kata Pearly.
Thinaah mengungkapkan informasi mundurnya pasangan Jepang baru mereka terima menjelang final. Arisa bahkan mendatangi mereka langsung untuk menyampaikan kondisi pasangannya.
“Tadi Arisa datang ke kami dan bilang kalau partnernya tidak enak badan, jadi mereka tidak bisa bermain hari ini,” ujar Thinaah.
Thinaah merasa mereka tidak sepenuhnya puas meski menaiki podium juara.
Baca juga: Sukses Chen Yu Fei di Indonesia Masters tegaskan kuatnya pemain muda
“Ketika mendengar kabar lawan mundur, kami juga tidak senang. Kami sebenarnya ingin bertanding. Arisa dan Miyu adalah ganda putri yang bagus, sangat disayangkan mereka tidak bisa tampil hari ini,” kata Thinaah.
Trofi ini menjadi pencapaian penting Pearly/Thinaah setelah pada final Indonesia Masters sebelumnya harus puas sebagai runner-up setelah dikalahkan pasangan Korea Selatan Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong dengan 12-21, 21-17, 18-21.
Setelah seremoni penyerahan hadiah, Pearly/Thinaah akan langsung kembali ke Malaysia pada Minggu malam hari nanti.
“Setelah ini kami ingin beristirahat, makan yang sehat, dan mempersiapkan diri untuk perjalanan pulang,” kata Thinaah.
Malaysia merebut tiga trofi dari Indonesia Masters 2026, setelah juga menjuarai ganda campuran setelah Chen Tang Jie/Toh Ee Wei mengalahkan Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark) dengan skor 15-21, 21-17, 21-11.
Kemudian, ganda putra Nur Izzuddin/Goh Sze Fei tang mengalahkan pasangan muda Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dengan 21-19, 21-13.
Baca juga: Ganda putri Jepang mundur, Pearly/Thinaah juara Indonesia Masters




