Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim bantuan logistik tambahan serta mendata korban luka dan meninggal akibat bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.
Bencana yang terjadi pada Sabtu (24/1) dini hari tersebut mengakibatkan delapan korban meninggal dunia. Lima korban telah berhasil diidentifikasi, yaitu Nurhayati (50), Sunarya alias Nandang (50), Nining, Jajang Taryana (35), dan Dadang Apung. Selain korban meninggal dunia, tercatat 33 orang mengalami luka berat, 35 orang luka ringan, serta 82 orang masih hilang. Ahli waris korban meninggal dunia akan mendapatkan santunan Rp 15 juta dan korban luka berat Rp 5 juta.
"Pendataan korban dan ahli waris terus dilakukan secara bertahap agar penyaluran santunan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dalam keterangan tertulis, Minggu (25/1/2026).
Berdasarkan laporan sementara hingga Sabtu pukul 22.00 WIB, bencana berdampak terhadap 34 kepala keluarga atau 113 jiwa. Mereka kini mengungsi di aula Kantor Desa Pasirlangu.
Tanah longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cisarua sejak sehari sebelumnya. Kondisi tanah yang jenuh air pada kawasan dengan kontur lereng curam menyebabkan pergeseran tanah yang menimpa permukiman warga di Kampung Pasirkuning RT 05 RW 11 serta RT 01 RW 10, Desa Pasirlangu.
Proses pencarian dan pertolongan masih dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri atas Basarnas, BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI-Polri, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta unsur terkait lainnya. Korban luka maupun korban meninggal dunia telah dievakuasi ke Rumah Sakit Cisarua.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, Dinas Sosial dan Tagana Kabupaten Bandung Barat mendirikan dapur umum lapangan di SDN 1 Pasirlangu yang berlokasi di samping Kantor Desa Pasirlangu. Warga yang berada di zona rawan juga diarahkan mengungsi ke posko pengungsian maupun ke rumah kerabat terdekat.
Seiring berjalannya penanganan darurat, Kemensos terus melanjutkan penyaluran bantuan logistik. Sebagai bentuk dukungan tanggap darurat, Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik yang dikirim melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat pada Sabtu (24/1).
Bantuan tersebut meliputi kebutuhan hunian sementara, pangan, sandang, serta perlengkapan dasar keluarga dan anak, yakni tenda serbaguna 1 unit, tenda keluarga 5 unit, tenda gulung 50 lembar, kasur 200 lembar, selimut 200 lembar, makanan siap saji 500 paket, lauk pauk siap saji 400 paket, makanan anak 100 paket, sandang dewasa 50 paket, sandang anak 50 paket, family kit 200 paket, serta kids ware 200 paket.
"Kementerian Sosial hadir untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi serta mendukung penanganan darurat yang dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur terkait," kata Gus Ipul.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang. Pada saat yang sama, petugas dinas sosial dan Tagana juga melakukan asesmen serta pendataan lanjutan.
Lihat Video: Longsor di Cisarua Bandung Barat, 6 Orang Tewas-84 Masih Hilang
(prf/ega)




