NGAMPRAH, KOMPAS — Sebanyak 25 kantong jenazah diangkat dari tiga titik pencarian longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, hingga Minggu (26/1/2026) pukul 18.00 WIB. Namun, belum semua jenazah tersebut dapat diidentifikasi.
Berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), terdapat 25 kantong jenazah yang ditemukan di tiga titik pencarian, yakni A1, A2, dan B1. Lokasi pencarian berada di Kampung Pasir Kuda dan Kampung Pasir Kuning.
Terkait hal ini, Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syafii mengatakan, dengan jumlah temuan tersebut, diperkirakan masih ada sekitar 80 orang yang akan terus dicari.
Sementara itu, berdasarkan data Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, sebanyak 10 jenazah telah berhasil diidentifikasi. Adapun kantong jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Sejalan dengan data Basarnas, BPBD Jawa Barat juga mencatat masih ada 73 orang yang dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
Terkait kabar bahwa 23 korban hilang merupakan personel TNI, Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudi Setiawan mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan informasi tersebut. Ia menyebut masih akan menelusuri latar belakang para korban dalam peristiwa longsor ini.
“Kami masih akan memastikan siapa saja yang menjadi korban. Informasi yang ada saat ini masih terbatas,” kata Rudi.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno meminta agar penyediaan hunian sementara maupun hunian tetap bagi warga terdampak segera dipercepat agar mereka tidak terlalu lama berada di pengungsian.
“Kalau bisa langsung hunian tetap, itu lebih baik. Namun, jika membutuhkan waktu, hunian sementara sangat penting agar warga bisa kembali hidup normal bersama keluarganya dan mengurangi tekanan psikologis,” ujar Pratikno.
Ia juga menekankan bahwa penanganan bencana tidak hanya sebatas memulihkan kondisi semula. Peristiwa ini, menurut dia, harus menjadi momentum untuk membangun daerah yang lebih tangguh.
“Bencana ini harus menjadi pelajaran. Kita tidak hanya membangun kembali, tetapi membangun kembali dengan lebih baik dan lebih aman,” kata dia.
Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta proses relokasi tempat tinggal warga terdampak longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, segera dilakukan. Lokasi relokasi diharapkan tidak jauh dari tempat mata pencaharian warga.
Kepada Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail yang mendampinginya, Gibran meminta agar proses relokasi tempat tinggal warga yang rusak atau tertimbun longsor segera dilakukan. Harapannya, warga tidak terlalu lama tinggal di pengungsian.
Akan tetapi, selama proses relokasi berlangsung, ia meminta agar kebutuhan para pengungsi tetap diperhatikan. Ia mencontohkan, makanan harus diberikan tiga kali sehari. Obat-obatan juga harus selalu tersedia bagi warga yang membutuhkan.
Sebelumnya, hal serupa disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. “Daerah terdampak longsor akan dihutankan. Warga di sini bakal direlokasi karena potensi longsor tinggi,” ujar Dedi.




