Ibu kota Greenland, Nuuk, mengalami pemadaman besar-besaran semalam yang disebabkan kegagalan transmisi akibat angin kencang. Sebanyak 20.000 orang terdampak blackout tersebut.
Dilansir AFP, Minggu (25/1/2026), pada Sabtu sekitar pukul 22.30 mengalami pemadaman listrik di Nuuk yang merupakan rumah bagi 20.000 orang. Sebagian besar ditenagai oleh pembangkit listrik tenaga air.
Usai mengalami pemadaman besar-besaran semalam, kini listrik di Nuuk telah kembali. Penduduk di kota tersebut kini kembali dapat memakai listrik, air dan pemanas.
"Seluruh kota sekarang memiliki listrik, air, dan pemanas lagi," kata perusahaan utilitas negara Nukissiorfiit, di Facebook.
Pemadaman itu juga mengakibatkan konektivitas internet terpengaruh. Monitor internet NetBlocks melaporkan penurunan signifikan dalam konektivitas di Greenland, "dengan dampak besar pada ibu kota Nuuk".
Hal ini terjadi beberapa hari setelah pemerintah Greenland menerbitkan brosur yang menawarkan saran kepada penduduk tentang kesiapan menghadapi krisis. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam akan merebut wilayah otonom Denmark itu dengan paksa.
Trump mengendurkan niatnya setelah bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada hari Rabu, mengatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan "kerangka kerja" di pulau Arktik tersebut.
(yld/gbr)





