BWF Jelaskan Aturan Time Clock 25 Detik di Indonesia Masters 2026

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta 

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) menegaskan bahwa penerapan aturan time clock 25 detik dalam Indonesia Masters 2026 merupakan bagian dari uji coba resmi yang telah disosialisasikan kepada seluruh asosiasi anggota.

Events Director Tournament Operations BWF Selvaamresh Supramaniam menjelaskan bahwa Indonesia Masters menjadi turnamen ketiga yang menguji aturan tersebut setelah Madrid Masters dan Australia Open.

“Kami sudah mengirimkan pemberitahuan kepada seluruh Member Associations terkait uji coba time clock. Setiap kali uji coba ini dilakukan, kami selalu menyampaikannya dalam managers’ meeting agar pelatih dan manajer bisa menginformasikan kepada para pemain,” ujar Selvaamresh kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia menegaskan masih terdapat kesalahpahaman di kalangan pemain mengenai aturan 25 detik tersebut. Menurutnya, 25 detik bukan waktu bagi server dan receiver untuk sama-sama bersiap, melainkan batas waktu agar server segera melakukan servis.

“Begitu server siap melakukan servis, penerima servis harus siap. Bukan berarti kedua pemain punya waktu 25 detik masing-masing. Tujuan utama aturan ini adalah mencegah penundaan, baik oleh server maupun penerima servis,” kata Selvaamresh.

Selvaamresh menambahkan dalam pertandingan bulu tangkis kerap terjadi upaya memperlambat tempo permainan untuk memutus momentum lawan, terutama setelah lawan meraih beberapa poin beruntun. Hal inilah yang ingin diminimalkan melalui uji coba time clock.

Ia juga menegaskan bahwa sanksi yang diberikan wasit selama Indonesia Masters 2026 sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Penundaan permainan masuk dalam pelanggaran delay of play sebagaimana diatur dalam Laws of Badminton pasal 9.1.1.

“Semua kartu kuning yang dikeluarkan adalah keputusan yang diperlukan. Wasit dan referee hanya menjalankan peraturan. Tidak ada rencana untuk menarik kembali kartu-kartu yang sudah diberikan,” ucap Selvaamresh.

BWF mengakui masih terus menerima masukan dari berbagai pihak, mulai dari pemain, pelatih, penyiar televisi, hingga perangkat pertandingan. Evaluasi akan terus dilakukan untuk memperbaiki pemahaman dan implementasi aturan tersebut.

“Bahkan di turnamen ini, karena masih ada pemain yang tidak membaca lembar informasi, kami juga mengumumkan secara lisan sebelum pertandingan dimulai bahwa time clock sedang diuji coba,” tutur Selvaamresh.

Sebagai informasi, BWF memang tengah menguji penerapan time clock dan konsep permainan berkelanjutan (continuous play) untuk meningkatkan konsistensi penegakan peraturan serta mengurangi penundaan antar-reli. 

Melalui sistem ini, server memiliki waktu maksimal 25 detik untuk melakukan servis sejak wasit memasukkan skor reli sebelumnya.

Selama waktu tersebut, pemain diperbolehkan melakukan aktivitas ringan di sisi lapangan seperti minum, mengelap handuk, mengikat tali sepatu, hingga menggunakan semprotan dingin secara mandiri tanpa izin wasit.

Namun, penerima servis tetap wajib mengikuti tempo server dan tidak diperkenankan memperlambat permainan.

Permintaan pergantian shuttlecock juga harus dilakukan segera setelah reli berakhir dan diselesaikan dalam batas waktu 25 detik. 

Jika pengepelan lapangan membutuhkan waktu lebih lama, wasit berwenang menghentikan time clock. Untuk pengepelan singkat, penghitungan waktu tetap berjalan.

Pada masa uji coba ini, BWF menegaskan bahwa sanksi yang diberlakukan terbatas pada peringatan verbal. 

Evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebelum aturan ini ditetapkan secara permanen dalam agenda rapat Dewan atau Annual General Meeting (AGM) BWF. Jika dinilai efektif, aturan time clock dan continuous play akan diterapkan penuh sepanjang tahun 2026.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Kebon Pala, Ratusan Warga Masih Bertahan di Pengungsian
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Artis Hollywood Kecam Agen Imigrasi AS Terkait Penembakan di Minneapolis
• 8 jam laludetik.com
thumb
Memahami Arti dan Filosofi Cap Go Meh, Jadi Puncak Sekaligus Penutup Rangkaian Perayaan Imlek 2026
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Ruas Kalosi-Cece dan Malauwe-Surakan Enrekang Sudah Mulus, Gubernur Harap Mobilitas Warga Lancar
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Turkish Universities Fair 2026: Ada 28 Kampus Top Turki Hadir di Jakarta-Bandung
• 4 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.