BANYAK orang terbiasa tidur dengan lampu menyala, baik karena alasan kenyamanan maupun ketidaksengajaan. Namun, penelitian terbaru memperingatkan bahwa paparan cahaya, bahkan dalam jumlah kecil saat tidur malam dapat berdampak buruk pada kesehatan kardiovaskular.
Tidur dalam kondisi terang bukan sekadar masalah gangguan kenyamanan, melainkan ancaman serius bagi jantung.
Berikut Risiko Menyalakan Lampu saat Tidur 1. Peningkatan Detak Jantung di Malam HariMengutip studi dari Northwestern University yang dipublikasikan oleh NHLBI, paparan cahaya saat tidur memicu sistem saraf simpatik untuk tetap aktif.
Baca juga : Golongan Darah Ini Punya Risiko Rendah Terkena Penyakit Jantung
Akibatnya, detak jantung meningkat meskipun Anda sedang beristirahat. Jantung yang terus bekerja keras di waktu yang seharusnya digunakan untuk pemulihan dapat memicu kelelahan organ dalam jangka panjang.
2. Resistensi InsulinCahaya di malam hari mengganggu metabolisme tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur di ruangan terang memiliki tingkat resistensi insulin yang lebih tinggi keesokan paginya.
Kondisi ini merupakan faktor risiko utama bagi diabetes tipe 2, yang pada gilirannya memperburuk kesehatan pembuluh darah dan jantung.
Baca juga : Jangan Dianggap Sepele, Nyeri Leher Bisa Berkaitan dengan Serangan Jantung
3. Gangguan Ritme SirkadianBerdasarkan data dari Harvard Health, cahaya menekan produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur siklus tidur.
Gangguan pada ritme sirkadian ini menyebabkan tubuh tetap dalam kondisi "waspada," yang mengganggu kemampuan jantung untuk menurunkan tekanan darah secara alami selama fase tidur nyenyak (nocturnal dipping).
4. Penurunan Kualitas Tidur yang SignifikanPaparan cahaya mencegah otak mencapai fase tidur terdalam. Tidur yang dangkal secara konsisten berkorelasi langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan hipertensi.
Tubuh gagal melakukan perbaikan seluler yang optimal jika lingkungantidur tidak sepenuhnya gelap.
Langkah PencegahanPara ahli menyarankan untuk mematikan semua sumber cahaya, termasuk lampu tidur, layar televisi, dan lampu dari perangkat elektronik lainnya.
Jika Anda memerlukan pencahayaan untuk alasan keamanan, gunakan lampu redup berwarna amber atau merah yang ditempatkan di dekat lantai untuk meminimalkan stimulasi pada otak.
Sumber: NHLBI, Harvard Health, Healthandme, Healthline.




