Tidur dengan Lampu Menyala Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

BANYAK orang terbiasa tidur dengan lampu menyala, baik karena alasan kenyamanan maupun ketidaksengajaan. Namun, penelitian terbaru memperingatkan bahwa paparan cahaya, bahkan dalam jumlah kecil saat tidur malam dapat berdampak buruk pada kesehatan kardiovaskular. 

Tidur dalam kondisi terang bukan sekadar masalah gangguan kenyamanan, melainkan ancaman serius bagi jantung.

Berikut Risiko Menyalakan Lampu saat Tidur 1. Peningkatan Detak Jantung di Malam Hari

Mengutip studi dari Northwestern University yang dipublikasikan oleh NHLBI, paparan cahaya saat tidur memicu sistem saraf simpatik untuk tetap aktif.

Baca juga : Golongan Darah Ini Punya Risiko Rendah Terkena Penyakit Jantung

Akibatnya, detak jantung meningkat meskipun Anda sedang beristirahat. Jantung yang terus bekerja keras di waktu yang seharusnya digunakan untuk pemulihan dapat memicu kelelahan organ dalam jangka panjang.

2. Resistensi Insulin

Cahaya di malam hari mengganggu metabolisme tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur di ruangan terang memiliki tingkat resistensi insulin yang lebih tinggi keesokan paginya.

Kondisi ini merupakan faktor risiko utama bagi diabetes tipe 2, yang pada gilirannya memperburuk kesehatan pembuluh darah dan jantung.

Baca juga : Jangan Dianggap Sepele, Nyeri Leher Bisa Berkaitan dengan Serangan Jantung

3. Gangguan Ritme Sirkadian

Berdasarkan data dari Harvard Health, cahaya menekan produksi hormon melatonin yang berfungsi mengatur siklus tidur.

Gangguan pada ritme sirkadian ini menyebabkan tubuh tetap dalam kondisi "waspada," yang mengganggu kemampuan jantung untuk menurunkan tekanan darah secara alami selama fase tidur nyenyak (nocturnal dipping).

4. Penurunan Kualitas Tidur yang Signifikan

Paparan cahaya mencegah otak mencapai fase tidur terdalam. Tidur yang dangkal secara konsisten berkorelasi langsung dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan hipertensi.

Tubuh gagal melakukan perbaikan seluler yang optimal jika lingkungantidur tidak sepenuhnya gelap.

Langkah Pencegahan

Para ahli menyarankan untuk mematikan semua sumber cahaya, termasuk lampu tidur, layar televisi, dan lampu dari perangkat elektronik lainnya.

Jika Anda memerlukan pencahayaan untuk alasan keamanan, gunakan lampu redup berwarna amber atau merah yang ditempatkan di dekat lantai untuk meminimalkan stimulasi pada otak.

Sumber: NHLBI, Harvard Health, Healthandme, Healthline.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Serangan Balik dan Skema Bola Mati PSBS jadi Perhatian Persib
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Baznas RI Panen Raya di Polewali Mandar, Hasil Meningkat Tajam Capai Rp42 Juta per Hektare
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Suami Ditetapkan Tersangka Setelah Selamatkan Istri dari Jambret di Sleman, Polisi Beri Penjelasan Begini
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Komisi VII DPR RI Apresiasi Penyerapan Tenaga Kerja Lokal PT BSRE di Simalungun
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Grab Bawa UMKM Kopi asal Medan ke Davos
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.