TVRINews - Lisabon, Portugal
Masih tajam walau menua, Cristiano Ronaldo tidak pasti tampil di tim pertama timnas Portugal besutan Roberto Martinez.
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menarik garis tegas. Permainan adalah yang utama dalam timnya. Tidak ada jaminan di tim inti bagi siapa pun, tak terkecuali Cristiano Ronaldo, termasuk di Piala Dunia 2026. Ya, suka atau tidak, Ronaldo segera dikaitkan dengan penegasan Martinez tersebut karena sejumlah hal.
Kendati usianya tidak lagi muda, akan berusia 41 tahun pada 5 Februari nanti, Ronaldo masih merupakan ikon global. Khusus buat timnas Portugal, Ronaldo masih dipercaya sebagai kapten tim. Kepercayaan mengenakan ban kapten itu menjadi tanda jernih mengenai pengaruh besarnya di dalam maupun luar lapangan buat Portugal. Apalagi, Piala Dunia 2026 disebut-sebut sebagai Piala Dunia terakhir Ronaldo.
Meski demikian, Martinez tidak mau memberikan pernyataan bahwa sang kapten pasti dimainkan. Mantan pelatih Belgia itu menegaskan bahwa performa dan komitmen merupakan hal utama dalam penilaiannya. Reputasi menjadi prioritas nomor kesekian.
Martinez melihat Ronaldo bukan lagi pusat permainan Portugal seperti yang terlihat dalam karier timnasnya. Menurut Martinez, Ronaldo kini berposisi ujung tombak. Dengan tugas menyelesaikan peluang, Ronaldo tidak lagi sering turun menjemput bola.
"Bagi kami, ia adalah seorang pencetak gol. Memiliki pemain dengan catatan 25 gol dalam 30 pertandingan terakhirnya buat timnas merupakan berkah," kata Martinez dikutip dari Bein Sports.
"Baginya, setiap hari adalah kesempatan untuk meningkatkan diri. Kami mengevaluasinya sama seperti terhadap pemain lain, dan ia masih berada di level yang membuatnya layak dipanggil. Timnas masih lebih baik ketika Cristiano bermain," kata Martinez lagi.
Sederet hal mengesankan tetap terlihat pada Ronaldo yang masih bisa meyakinkan pelatih. Nilai-nilai lebih pemain berjulukan CR7 itu adalah kecerdasan di dalam kotak penalti lawan, kemampuan mengalihkan perhatian bek-bek lawan, kemahiran membuka ruang, dan kemampuan mengangkat performa rekan setim.
Namun, Portugal memiliki sejumlah penyerang berbakat yang bisa kapan saja dapat lebih meyakinkan Martinez daripada Ronaldo. Rafael Leao, Goncalo Ramos, atau Francisco Conceicao antre untuk bisa mendapatkan satu tempat di sebelas awal Portugal di Piala Dunia 2026.
Sejauh ini, Martinez menilai Ronaldo menggenggam sikap yang tepat untuk tetap masuk timnas selain masih produktif. Bintang gaek pengukir rekor gol timnas (143 gol dari 226 laga) itu dapat membangkitkan semangat rekan setimnya di kamar ganti dan menularkan pengalaman tingginya di lapangan hijau.
Sikap dan komitmen seperti itu mendapat prioritas tinggi di mata Martinez. "Pemain tanpa komitmen dan sikap tidak akan dipanggil," tegas Martinez.
Pada akhirnya, kebutuhan tim adalah pertimbangan yang paling utama. Martinez menyatakan tidak akan ragu membuat keputusan yang bisa mengundang pertanyaan. "Membuat keputusan sulit adalah bagian dari pekerjaan kami. Yang terpenting adalah tim menang dan lebih kuat daripada lawan," ujarnya.
Layak dinanti apakah Ronaldo tetap menjadi andalan Portugal di Piala Dunia 2026 nanti.
Editor: Christian Gunawan




