JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk rutin mengunjungi sekolah-sekolah penerima program makan bergizi gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang mengatakan kunjungan langsung ke sekolah penting agar SPPG tidak hanya mengandalkan laporan di atas kertas, tetapi juga melihat kondisi riil di lapangan.
“Selain berkoordinasi dengan guru, Kepala SPPG harus mendata langsung jumlah penerima manfaat dan melihat perkembangan anak-anak penerima MBG,” kata Nanik dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (25/1/2026).
Dia menyinggung viralnya kasus SDN 1 Batuporo Timur di Sampang, Madura, Jawa Timur. Sekolah itu menerima jatah 63 porsi MBG, meski tidak memiliki aktivitas belajar mengajar karena sudah tidak memiliki siswa.
Baca Juga: Sekolah Boleh Tolak MBG, BGN Minta SPPG Tidak Lakukan Intimidasi
Bahkan, salah satu ruang kelas sekolah tersebut disebut digunakan untuk berkaraoke.
Berdasarkan temuan sementara, sekolah itu sebelumnya memiliki 33 siswa dan tujuh guru. Dalam perkembangannya, para siswa memilih pindah ke madrasah dan hanya datang ke sekolah tersebut setiap hari Jumat.
Menurut Nanik, kasus ini memunculkan anggapan BGN lemah dalam pendataan. Padahal, jarak antara SPPG dengan sekolah tersebut hanya sekitar 10 menit.
Namun, kata dia, karena kepala SPPG tidak pernah turun langsung ke lokasi, kondisi sebenarnya tidak terpantau.
“Ini karena SPPG tidak mengecek ke lapangan,” tegasnya.
Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- kepala sppg
- mbg
- bgn
- makan bergizi gratis
- badan gizi nasional
- nanik s deyang




