Pati (ANTARA) - Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polresta Pati, Jawa Tengah, melakukan patroli di sejumlah wilayah terdampak banjir di Kecamatan Juwana sebagai upaya memastikan kondisi wilayah tetap aman dan terkendali.
Patroli pada Minggu dimulai sejak pukul 09.30 WIB dengan menyasar beberapa desa terdampak, di antaranya Desa Bumirejo, Kedungpancing, Jepuro dan Tluwah.
Sebanyak tiga personel Satpolairud dikerahkan dengan menggunakan kendaraan operasional untuk menjangkau titik-titik genangan air.
Kapolresta Pati melalui Kepala Satuan (Kasat) Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan di Kudus, mengatakan, patroli tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keselamatan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
"Kami melakukan patroli sekaligus monitoring langsung ke lapangan untuk memastikan situasi pasca banjir tetap aman dan terkendali," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Pati perpanjang status darurat bencana
Selain memantau kondisi fisik wilayah, petugas juga memberikan edukasi kepada warga agar tetap waspada dan tidak lengah terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi dan cuaca belum menentu.
Ia menambahkan, koordinasi dengan perangkat desa menjadi kunci dalam penanganan pasca bencana banjir.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memperoleh pembaruan situasi dan memastikan apabila ada kebutuhan darurat dapat segera ditangani," ujarnya.
Hendrik menegaskan patroli rutin akan terus dilakukan selama kondisi wilayah belum sepenuhnya normal. Kehadiran personel di lapangan diharapkan tidak hanya untuk patroli, tetapi juga memberikan rasa aman agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.
Baca juga: Tanggul sungai di Pati jebol di 3 desa akibatkan banjir
Berdasarkan hasil pemantauan, ketinggian air di sejumlah desa terpantau mulai surut dengan rata-rata genangan sekitar 30 hingga 50 sentimeter (cm). Meski demikian, beberapa akses jalan masih tergenang sehingga pengguna jalan diminta untuk tetap berhati-hati.
Satpolairud Polresta Pati siap siaga selama 24 jam apabila terjadi perkembangan situasi serta siap mengambil langkah cepat jika terjadi peningkatan debit air maupun kondisi darurat lainnya.
Selama kegiatan patroli berlangsung, situasi wilayah terpantau aman dan kondusif. Satpolairud Polresta Pati berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat dapat meminimalisir dampak banjir serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Patroli pada Minggu dimulai sejak pukul 09.30 WIB dengan menyasar beberapa desa terdampak, di antaranya Desa Bumirejo, Kedungpancing, Jepuro dan Tluwah.
Sebanyak tiga personel Satpolairud dikerahkan dengan menggunakan kendaraan operasional untuk menjangkau titik-titik genangan air.
Kapolresta Pati melalui Kepala Satuan (Kasat) Polairud Polresta Pati Kompol Hendrik Irawan di Kudus, mengatakan, patroli tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keselamatan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
"Kami melakukan patroli sekaligus monitoring langsung ke lapangan untuk memastikan situasi pasca banjir tetap aman dan terkendali," ujarnya.
Baca juga: Pemkab Pati perpanjang status darurat bencana
Selain memantau kondisi fisik wilayah, petugas juga memberikan edukasi kepada warga agar tetap waspada dan tidak lengah terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi dan cuaca belum menentu.
Ia menambahkan, koordinasi dengan perangkat desa menjadi kunci dalam penanganan pasca bencana banjir.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memperoleh pembaruan situasi dan memastikan apabila ada kebutuhan darurat dapat segera ditangani," ujarnya.
Hendrik menegaskan patroli rutin akan terus dilakukan selama kondisi wilayah belum sepenuhnya normal. Kehadiran personel di lapangan diharapkan tidak hanya untuk patroli, tetapi juga memberikan rasa aman agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.
Baca juga: Tanggul sungai di Pati jebol di 3 desa akibatkan banjir
Berdasarkan hasil pemantauan, ketinggian air di sejumlah desa terpantau mulai surut dengan rata-rata genangan sekitar 30 hingga 50 sentimeter (cm). Meski demikian, beberapa akses jalan masih tergenang sehingga pengguna jalan diminta untuk tetap berhati-hati.
Satpolairud Polresta Pati siap siaga selama 24 jam apabila terjadi perkembangan situasi serta siap mengambil langkah cepat jika terjadi peningkatan debit air maupun kondisi darurat lainnya.
Selama kegiatan patroli berlangsung, situasi wilayah terpantau aman dan kondusif. Satpolairud Polresta Pati berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah dan masyarakat dapat meminimalisir dampak banjir serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak.





